Top Picks
Wabup Kasmidi : Pemkab Kutim Serius Tangani Stunting Agusriansyah Ingin KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan Segera Terwujud Tingkatkan SMD Usia Produktif, DPRD Dorong Pemerintah Gelar Program Pelatihan Kerja Perusahaan di Kaltim Raih Penghargaan Naker Award 2023 Ini Pesan Khusus Bupati Kutim untuk 4 Kepala OPD Baru Dilantik Atlet Pencak Silat Tapak Suci Kutim Boyong Puluhan Mendali Pada Ajang Borneo Championship 2024 Piala Kemenpora

Diskop UMKM Kutim Perkuat Pelayanan Koperasi Lewat Inovasi SIGAP

Fokuskaltim.co - Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kutai Timur (Kutim), menegaskan komitmennya meningkatkan kualitas layanan dan pembinaan koperasi melalui inovasi Sistem Informasi Gerak Cepat dan Tepat (SIGAP). Sistem berbasis web tersebut dikembangkan sebagai bagian dari aksi perubahan Kepala Bidang Kelembagaan, Firman Wahyudi, dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA).

Proses pengembangan SIGAP melibatkan kolaborasi erat bersama BRIDA, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutim, dan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfo Staper) Kutim.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kutim, Teguh Budi Santoso, menjelaskan bahwa SIGAP dirancang untuk menjawab hambatan pendataan manual yang selama ini menyebabkan keterlambatan data, potensi duplikasi, hingga kurang optimalnya pembinaan koperasi.

“SIGAP hadir untuk menghadirkan efisiensi pengawasan, transparansi kelembagaan, dan penguatan tata kelola koperasi. Ini langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik Diskop,” terangnya.

Dalam SIGAP, status koperasi disajikan secara real-time dan terklasifikasi dalam tiga kategori, hijau (aktif), kuning (kurang aktif), dan merah (tidak aktif). Penyajian kategori ini memudahkan pemerintah dalam menetapkan prioritas pembinaan dan evaluasi.

"Kami akan memastikan sistem tersebut akan menjadi alat penting dalam penyusunan strategi pengembangan ekonomi kerakyatan," ucapnya.

Sementara itu, Firman Wahyudi selaku inovator menjelaskan bahwa SIGAP tidak hanya menampilkan data, tetapi juga menjadi perangkat kontrol yang memudahkan tindak lanjut pembinaan.

“Dengan SIGAP, setiap koperasi bisa terpantau progresnya. Ini memudahkan kami merancang pendampingan yang tepat sasaran,” ungkapnya.

Diskop UMKM Kutim menargetkan penggunaan SIGAP dapat diperluas hingga seluruh koperasi aktif di daerah. Dengan dukungan lintas sektor dan penguatan sumber daya, SIGAP diharapkan menjadi pondasi digital yang memperkuat profesionalisme koperasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kutim. (ADV)

 

 

 

 

 

 

Views 499

Baca Juga