Top Picks
POPDA XVII: Taekwondo Kutim Bersinar Lewat Empat Perak dan Dua Perunggu Hadiri Halal Bihalal di Kaliorang, Wakib Kutim Harap Acara Ini Rutin Dilakukan Untuk Mempererat Silaturahmi Dengan Masyarakat Bunda Paud Kutim Ucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional DPRD Kutim Minta Sekolah Tatap Muka di Kutim Dipertimbangkan Kembali Syarifatul Tegaskan Pentingnya Strategi dan Data di Rapat RPJMD Puang Nasir Kembali Menyebarluaskan Perda Bantuan Hukum Kepada Warga Kelurahan Berbas Pantai

Arfan Usulkan Realokasi Anggaran Pilkada untuk Covid-19

Fokuskaltim.co - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menunda tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020. Benyebabnya, wabah virus corona disease (covid-19) yang sedang meresahkan masyarakat Indonesia, tak terkecuali Kutai Timur (Kutim).

Menangapi hal tersebut, Wakil Ketua II DPRD Kutim Arfan saat ditemui di kediamannya, Selasa (31/3/20), menyatakan, mendukung 100 persen langkah yang diambil oleh KPU tersebut.

“Ya, saya secara pribadi sangat mendukung langkah KPU untuk menunda pilkada serentak yang awalnya akan digelar September 2020. Diperkirakan jadwalnya diundur hingga setahun lagi,” ucap Arfan sambil tersenyum.

Lebih lanjut dia mengatakan, sebaiknya pilkada ini diundur setelah wabah covid-19 yang sangat berbahaya dan sudah menelan banyak korban jiwa ini benar-benar berakhir.

“Kami berharap semoga wabah ini segera berakhir dan meminta doanya semua masyarakat agar virus ini dapat kita lalui. Jangan lupa patuhi edaran pemerintah agar selalu tetap menjaga stamina, dan jaga jarak antar orang, juga jangan berkerumun,” ucapnya.

Arfan berpendapat, pilkada sejatinya kapan saja bisa digelar oleh pelaksana. Namun keselamatan jiwa sangatlah penting dan berharga bagi kelanjutan hidup bernegara.

“Dengan begitu saya sangat setuju apabila anggaran pilkada dialihkan saja untuk kegiatan penanganan covid-19,” harapnya.

Selain itu, khususnya di Kaltim, jumlah pasien covid-19 kini semakin meningkat. Meskipun peningkatannya tidak begitu drastis seperti daerah lain. Apalagi kabarnya sudah ada korban jiwa akibat covid-19 di Balikpapan. Maka hal itu harus jadi perhatian Kutim untuk semakin waspada.

“Kami berharap agar korban tidak bertambah lagi, apalagi sampai meninggal,” pungkasnya.

Baca Juga