Top Picks
Salurkan BLT Lansia dan Anak Yatim, Pemkab Gelontorkan Rp 2,5 Miliar Lokakarya Ketenagakerjaan, Bupati Minta Perusahaan Penuhi Hak Buruh 5 Calon Dewas PDAM Kutim Jalani Seleksi Tahap Akhir Dilirik Banyak Investor, Muin: Pemkab PPU Harus Mempermudah Perizinan 2020 Ini, 290 Proyek Digarap di Sangsel, Total Anggaran Rp59 Miliar Sebanyak 228 Peserta Ikuti Kursus dan pelatihan Program Pendidikan dan Kecakapan Wirausaha Disdikbud Kutim

Selamat IdulAdha 1443 Hijriah, Perbedaan Itu Barokah

fokuskaltim.co - Menyambut perayaan IdulAdha 1443 Hijriah yang jatuh pada hari Minggu 10 Juli 2022 besok, maupun sebagian masyarakat yang telah merayakannya pada hari ini Sabtu, 9 Juli 2022. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal menyampaian ucapan mengenai perbedaan merayakan sebagai barokah bagi seluruh umat.

"Saya atas nama Pemerintah Provinsi Kaltim, seluruh jajaran Diskominfo Provinsi Kaltim dan atas nama pribadi serta keluarga mengucapkan, Selamat IdulAdha 1443 Hijriah Mohon Maaf Lahir dan Batin,” kata Kepala Diskominfo Provinsi Kaltim Muhammad Faisal.

Sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE 10 Tahun 2022 tentang Panduan Penyelenggaraan Shalat Hari Raya IdulAdha dan Pelaksanaan Kurban Tahun 1443 Hijriah/2022 Masehi, maka diimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga dan memperhatikan protokol kesehatan dalam pelaksanaan ibadah ini.

“Serta menjadikan  Surat Edaran IdulAdha 2022 dan penyelenggaraan kurban  dari Kemenag ini menjadi panduan untuk umat muslim ketika beribadah saat ini," lanjut Faisal menjelaskan.

Mengenai adanya perbedaan pelaksanaan ibadah Iduladha tahun ini, dengan santai dia pun mengatakan perbedaan itu hal biasa yang terjadi di Indonesia.

“Kita sudah sangat dewasa dalam hal ini, perbedaan itu barokah. Saya sangat yakin iklim kondusif tetap bisa kita pertahankan." jawabnya lugas.

Faisal berharap perbedaan tanggal perayaan Iduladha dimasyarakat harus dihormati karena bagian dari hasanah Islam. Jangan ada yang menganggap bahwa pihak yang berbeda dengan kita dianggap salah, imbaunya. (ADV/KOMINFOKALTIM

Baca Juga