Top Picks
Pemerintah Kutim Hadiri Paripurna DPRD ke-24 Penyampaian Rekomendasi DPRD Terhadap LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2024 Arfan : Pariwisata Kutim Dapat Tingkatkan PAD Kominfo Kutim Gelar Self Asesment, Upaya Tingkatkan Indeks SPBE Rapat Paripurna DPRD Kutim Tentang Rancangan Perubahan KUA dan PPAS TA 2024 Penyelesaian Utang Lahan Masuk Dalam Program Utama DPPR Kutim Bupati Ardiansyah Harap Dengan Peningkatan APBD Tahun 2024 Dapat Dorong Pencepatan Pembangunan Kutim

Kisah Perjuangan Damkar Kutim Taklukkan Jago Merah

FOKUSKALTIM.CO - Upaya tim Pemadam Kebarakan (Damkar) 113 Kutai Timur dalam merespons kebencanaan patut mendapat apresiasi. Di tengah bulan suci Ramadan, kala mayoritas masyarakat Muslim sibuk beribadah, musibah kebakaran melanda di kawasan RT 09, Kampung Tengah, Kelurahan Singa Geweh, Sangatta Selatan, Kutai Timur, Jumat (7/2/21) sekira pukul 23.00 Wita. Peristiwa ini segera direspons tim Damkar Kutim.

 

Sebagaimana dilaporkan langsung oleh awak media dari lokasi kejadian, kebakaran tersebut sempat menghanguskan satu rumah warga, dan dua unit sepeda motor. Di kawasan padat penduduk itu, upaya pemadaman segera adalah paling utama, agar mencegah api menjalar ke permukiman sekitar.

 

Salah satu relawan sekaligus mantan petugas Damkar yang turut berjibaku bersama petugas, Didi Sarabba mengatakan, tim Damkar Kutim sudah berupaya dengan sangat baik saat melakukan pemadaman api. Sejak awal mendengar kabar kebakaran melalui laporan masyarakat, pihaknya langsung menghubungi petugas PLN untuk meminta pemadaman listrik di tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran, agar aliran listrik tidak berkontak dengan api maupun air, dan tidak membahayakan juru padam.

 

“Adapun tugas memadamkan api di TKP kalau api sudah besar, kami memblokir semua sisi biar tidak menyebar ke rumah lain, sambil mematikan titik api pertama. Sedangkan unit mobil pemadam yang ke TKP tidak semua bisa menyemprot, karena harus ada tangki untuk menyuplai dan pompa untuk mencari titik terdekat pengambilan air,” terang Didi kepada halikaltim.com usai kejadian kebakaran berakhir.

 

Dia mengakui, berbagai tantangan dan rintangan sudah dilalui oleh tim Damkar Kutim. Mulai dari apresiasi yang baik, hingga caci maki pihak lain.

 

“Kami kadang dicaci-maki di lapangan, itu sudah biasa, dan kami tetap bertugas menbantu masyarakat. Motto PMK adalah pantang pulang sebelum padam. Kami petugas pemadam kebakaran siap mental dan fisik di lapangan,” ucapnya. (*).

Baca Juga