Top Picks
DPK Kaltim Gelar Workshop Menulis Buku Turnamen Piala Askab PSSI Kutim Zona Empat, DPRD Beri Dukungan Penuh Kaltim Festival 2023 Pukau Pengunjung di Anjungan Kalimantan Timur Inspektorat Berau Gelar Mini Expo Pengawasan Internal Ilmu Pengetahuan Bisa Diserap Dengan Membaca Beberkan Tantangan dan Peluang Ekonomi Kreatif, Dispar Rumuskan Kebijakan Lima Tahun Mendatang

Kutim Sampaikan 3 Jenis Usulan di Musrenbang Kaltim

FOKUSKALTIM.CO - Pemkab Kutai Timur (Kutim) mengajukan 3 jenis usulan pembangunan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Kaltim RKPD 2022. Usulan-usualn ini merupakan kegiatan prioritas di bidang infrastruktur.

 

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaman sebagaimana dilansir dari laman pro.kutaitimurkab.go.id, pada 30 April 2021, menyampaikan jenis usulan pertama terkait masih minimnya infrastruktur telekomunikasi di Kutim, meskipun tahun sebelumnya disebut sudah ditangani.

 

“Namun masih terdapat 34 titik blank spot. Kami bermaksud mengajukan beberapa kegiatan (peningkatan infrastruktur telekomunikasi) melalui Bankeu (Bantuan Keuangan),” kata Ardiansyah dalam pelaksanaan Musrenbang Kaltim secara virtual.

 

Namun sayangnya menurut Ardiansyah, Kutim tidak dapat mengusulkan. Mengingat hal tersebut tidak termasuk dalam kamus usulan Provinsi. Sehingga dikhawatirkan penanganannya tahun ini tidak maksimal.

 

“Jadi mohon perhatian dari Sekretaris Provinsi dan Bappeda Provinsi Kaltim,” kata orang nomor satu di Kutim tersebut.

 

Kedua, Ardiansyah menyampaikan progres terkait pelabuhan Kenyamukan Sangatta di Kutim. Yaitu hibah pelabuhan Kenyamukan Sangatta telah dilaksanakan oleh Pusat kepada Kabupaten Kutim. Namun dalam Kemendagri Nomor 50 Tahun 2020, ternyata Kabupaten tidak mempunyai kewenangan untuk mendanai maupun mengelolanya.

 

“Sehingga diharapkan (ada) sentuhan (program pembangunan) Provinsi (Kaltim) agar fungsi pelabuhan tersebut dapat segera teralisasi. Sayang (jika) pelabuhan yang sudah terbangun tersebut jadinya tidak bisa dimanfaatkan. Oleh karenanya, mohon sentuhan dari Provinisi Kaltim. Sehingga pelabuhan tersebut dapat kita manfaatkan ditahun-tahun berikut,” ucapnya.

 

Ketiga, Ardiansyah juga menyampaikan persoalan konektifitas antar kecamatan maupun antar desa, diseluruh Kutim. Menurutnya masalah tersebut masih menjadi kendala utama hingga saat ini. Porsi APBD Kutim nyatanya masih belum mampu untuk mendanai semuanya. Apalagi cakupan wilayah penanganan di Kutim sangat luas. Sehingga kurang maksim untuk meningkatkan daya saing.

 

“Kami masih berharap banyak daya dukung atau dukungan langsung dari Provinsi Kaltim. Karena jalan-jalan yang ada di Kutim masih sangat memerluka sentuhan peningkatan kualitas. Sehingga nantinya layak untuk dilintasi sebagai jalan penghubung antara  kecamatan satu dengan lainnya,” tuturnya. (adv/red).

Baca Juga