Top Picks
Pemprov Kaltim Diminta Prioritaskan Pembagunan Infrastruktur Untuk Dukung Hilirisasi Balikpapan, Kukar dan Samarinda Peyumbang Kasus Harian Terbanyak 33 Prioritas Musrenbangcam Teluk Pandan Didominasi Infrastruktur Pansus Investigasi Pertambangan Gelar RDP Bahas Izin Pengerukan Pasir Di Alur Sungai Mahakam Menggabungkan Pendidikan dan Hiburan Untuk Tingkatkan Minat Baca di Perpustakaan Dikeluhkan Pedagang, Taman Bersemi Dinilai Perlu Penambahan Fasilitas

Akses Terendam, Bahan Pokok Melonjak Naik

fokuskaltim.co - Akibat banjir kedelapan desa yang terendam banjir adalah Desa Gemar Baru, Kelinjau Ilir, Kelinjau Ulu, Long Nah, Long Tesak, Muara Dun, Senyiur, dan Teluk Baru.

Anggota DPRD Kutim, Yan, mengatakan Ketinggian air yang membanjiri delapan desa memiliki ketinggian bervariasi, mulai dari 10 hingga 50 centimeter.

Namun, terdapat satu desa yang turut mendapatkan dampak banjir sebab akses keluar-masuknya terputus, yakni Desa Long Poq Baru. "Satu desa tidak terendam karena lokasinya berada di pegunungan, tapi terdampak juga karena akses jalannya terputus akibat banjir," ucapnya.

Sabran mengatakan putusnya akses jalan ini juga berimbas pada harga kebutuhan pokok yang melonjak naik. Sembilan bahan pokok mengalami kenaikan, dan beberapa komoditas menjadi langka seperti salah satunya gas LPG.

"Karena akses jalan terputus, harga bahan pokok naik. Seperti gas LPG yang harus dikirim dari luar wilayah," ungkap Sabran.

Sampai saat ini pemerintah daerah belum mengupayakan adanya evakuasi terhadap warga, karena kondisi banjir juga masih terbilang aman.

 

 

Baca Juga