Top Picks
Program Beasiswa Kutim Tuntas Telah Hadir, Bupati Ardiansyah Harap Para Siswa-Siswa SMAN 1 Sangatta Utara Dapat Melanjutkan Pendidikan Ke Jenjang Yang Lebih Tinggi Pemkab Kutim Kembali Keluarkan Kebijakan, Tak Perjalanan Dinas Keluar Daerah Hingga 15 Desember Mendatang Ratusan Pelajar SMP Negeri 3 Sambangi DPRD Kutim Ardiansyah Tegaskan Warga Harus Tunjukkan Bukti Swab di Pos Penyekatan PPKM Kutim di TNK Pengembangan Perpustakaan Desa untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Berada Di Posisi Ke 3, PASI Kutim Borong 19 Mendali Kejurprov Kaltim

Kidang Menduga Buaya Bengalon Berkeliaran Akibat Aktivitas Perusahaan

fokuskaltim.co - Anggota DPRD Kutai Timur dari daerah pemilihan II, Masdari Kidang turut datang ke tempat kejadian bocah yang dimangsa buaya di Kecamatan Bengalon, Kutai Timur, Kaltim, baru-baru ini. Dia juga mengunjungi rumah duka hingga pemakaman sebagai wujud kepedulian sebagai wakil rakyat.

Dimas Mulkan Saputra, bocah 8 tahun korban mangsa buaya tersebut diketahui ditemukan tewas setelah dimangsa. Jasadnya didapati di dalam perut buaya.

Menurut Kidang, sebagai masyarakat yang sudah berpuluh-puluh tahun hidup di Kecamatan Bengalon, baru akhir-akhir ini saja sering terjadi kejadian buaya menyerang manusia. Dirinya berpendapat, kanal-kanal yang dibuat dari lahan perkebunan sawit dan mengalir ke sungai Bengalon menjadi penyebab munculnya sejumlah buaya pemangsa di Sungai Bengalon. Dia berpendapat, itu adalah buaya rawa liar yang masuk ke sungai setempat.

“Jadi begini, ribuan bahkan jutaan tahun yang lalu itu ada rawa-rawa di pedalaman yang tak pernah dijajaki oleh manusia. Nah, di situ lah buaya buaya ganas itu berteduh, di situ juga ada segala babi, kera dan hewan-hewan yang jadi makanannya,” terang Kidang.

Libatkan Pawang, Bocah 8 Tahun yang Dimangsa saat Berenang Ditemukan di Perut Buaya di Bengalon

“Nah, semenjak dibukanya lahan-lahan perkebunan sawit oleh pemerintah dan perusahaan-perusahaan, lalu dia buat kanal-kanal yang lebarnya itu mungkin adalah 3 sampai 4 meter tembus ke sungai. Dari situlah buaya-buaya ganas ini bermunculan,” lanjut legislator Fraksi Partai Berkarya itu.

Dia mengingatkan, agar pemerintah dan legislatif segera mengambil sikap atas peristiwa tersebut. Bahwa kawasan sungai di Kutim merupakan tempat yang rawan oleh buaya.

“Karena adanya kanal-kanal dan perkebunan perusahaan sawit itu kan lewat izin pemerintah juga. Jadi saya akan coba untuk berkoordinasi kepada pemerintah setempat dan rekan-rekan dewan,” tutupnya halus. (*)

Baca Juga