Top Picks
Buka Festival Sekerat Nusantara, Ardiansyah: Tahun Depan Harus Lebih Meriah Progres Layanan PDAM di Kutim Semakin Meningkat Pencarian Pilu Keluarga Baso, Nelayan yang Hilang di Perairan Teluk Perancis-Teluk Lombok Ketua DPRD Kutim, Salurkan Aspirasi Bibit Unggas dan Rumah Budidaya Kelulut Wabup Kasmidi Buka Pelatihan Jurnalistik dan Multimedia 'Mobile Journalism' bagi PD di Lingkup Pemkab Kutim Keputusan Gubernur, Tahun Ini Tak Ada Lagi PHD

Kedepan Persoalan Demografi Menjadi Tantangan Tersendiri Kutai Timur

fokuskaltim.co - Fraksi PDI-P (Perjuangan) DPRD Kutai Timur (Kutim) berpandangan, pemerintah daerah masih perlu melakukan pendataan secara tepat terhadap jumlah penduduk, terkhusus bagi para pencari kerja di Kutim.

Pendataan jumlah penduduk yang dimaksud tersebut dinilai harus dilakukan seiring pertumbuhan jumlah penduduk setiap tahunnya.

“Jumlah penduduk yang terus bertambah tersebut harus dapat di manfaatkan kearah peningkatan kapasitas sumber daya manusia menuju puncak bonus demografi Indonesia pada tahun 2030,” ucap Yusuf Silambi, Jubir Fraksi PDI-P di Paripurna Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi Terhada Ranwal PJMD Kutim 2021-2026, Rabu (21/4/2021).

Bagi Fraksi PDI-P, strategi itu akan mampu menjawab tantangan bonus demografi yang terjadi di Indonesia pada tahun 2020-2030, di mana jumlah penduduk Indonesia akan didominasi oleh penduduk usia produktif.

“Tentu saja jumlah penduduk pada usia produktif atau angkatan kerja harus dapat dimanfaatkan sebagai modal pembangunan di Kabupaten Kutai Timur,” ucap Yusuf Silambi.

Jubir Fraksi PDI-P juga membeberkan jumlah penduduk Kutim yaitu mencapai 424.334 jiwa di tahun 2020. Menurutnya, jumlah ini mengalami peningkatan sebanyak 1.429 jiwa dari tahun sebelumnya yang sebanyak 422.905 jiwa.

“Pertumbuhan penduduk sebesar 0,33 persen per tahun,” ujar Yusuf Silambi. (adv).

Baca Juga