Top Picks
Kemendagri Minta Kutim Percepat Realisasi APBD, Mahyunadi Tetap Optimis Faisal Rachman, Pasar Murah yang di Gelar 2 Kali Setahun Kurang Afektif Silahturahmi ke Polda Kaltim, Hasanuddin Masud: Terimakasih Telah Menjaga Masyarakat Kaltim BK DPRD Kaltim Kunker Ke DPRD Jabar Untuk Perdalam Tupoksi Badan Kehormatan Bupati Kutim Paparkan Sistem dan Landasan Hukum Terkait Musrenbang, Begini Katanya Nasiruddin Harap Wawasan Kebangsaan Bisa Menumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air

Salehuddin Usul Skema ‘Bapak Angkat’ dari Perusahaan

fokuskaltim.com - Keterlibatan sektor swasta dinilai kunci dalam memperkuat ketahanan pangan di Kalimantan Timur (Kaltim). Anggota DPRD Kaltim dari Kutai Kartanegara, Salehuddin, mendorong agar perusahaan besar yang selama ini beroperasi di Tanah Borneo diberi peran sebagai bapak angkat bagi kelompok tani, peternak, dan nelayan.

 


Menurut Salehuddin, banyak perusahaan besar yang mengelola sumber daya alam Kaltim seharusnya berkontribusi lebih luas pada sektor pertanian, peternakan, dan perikanan melalui skema kemitraan atau program Corporate Social Responsibility (CSR).

 

“Banyak perusahaan besar di Kukar dan Kaltim. Mereka harus dilibatkan, bisa menjadi bapak angkat bagi kelompok tani, peternak, dan nelayan,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, model pembinaan semacam itu akan memperkuat produksi pangan lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

 

Politikus Partai Golkar ini menyoroti fakta bahwa Kaltim masih sangat bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah seperti Sulawesi, Jawa, dan Kalimantan Selatan. Padahal, wilayah seperti Kutai Kartanegara memiliki potensi besar untuk swasembada, baik dari sisi lahan pertanian, perikanan air tawar, maupun ternak.

 

“Kita ini punya lahan dan petani. Yang kurang itu dukungan infrastruktur dan kemitraan,” jelasnya.

 

Ia menyebut, peran perusahaan dapat diarahkan pada bantuan irigasi, penyediaan alat dan teknologi pertanian, hingga dukungan pemasaran hasil panen.

 

“Selama ini CSR perusahaan banyak terserap ke infrastruktur jalan. Itu memang penting, tapi sektor pangan juga harus diprioritaskan. Apalagi dengan hadirnya IKN, kebutuhan pangan akan melonjak tajam,” katanya.

(Adv/DPRDProvKaltim)

Baca Juga