Top Picks
Kutim Tuan Rumah Festival Olahraga Tradisional dan Rekrerasi Se-Kaltim Eddy Ajak Masyarakat Kutim Ciptakan Pilkada 2024 Damai dan Sejuk Akreditasi Terbanyak, DPK Kaltim Raih Penghargaan Perpunas RI Peringati Hari Okta ke-27, Pemkab Kutim gelar Apel Selama Masa Kampanye Pemilu 2024 Berlangsung, Ketua DPRD Kutim Joni Tegaskan Penting Netralitas Bagi ASN Beri Perlindungan Terhadap Pekerja, Dewan Nilai Program Ketenagakerjaan Investasi Jangkah Panjang

Syarifatul Tegaskan Pentingnya Strategi dan Data di Rapat RPJMD

fokuskaltim.com - Ketua Panitia Khusus (Pansus) RPJMD DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Sya’diah, menegaskan bahwa proses pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim 2025–2029 tidak boleh menjadi sekadar formalitas.

 

Dalam pernyataannya pada pekan ini di Samarinda, ia menekankan bahwa dokumen tersebut adalah arah pembangunan daerah lima tahun ke depan, yang harus disusun secara strategis dan berbasis data yang kredibel.

 

“Dokumen RPJMD ini bukan hanya formalitas. Ini acuan utama lima tahun ke depan, dan wajib kita pahami isinya secara menyeluruh,” ujar Syarifatul, legislator dari Partai Golkar, kepada wartawan.

 

Ia menekankan bahwa penyusunan RPJMD harus bersifat realistis dan terukur, serta mampu mengakomodasi enam visi-misi gubernur terpilih, dengan mempertimbangkan kondisi riil fiskal dan ekonomi daerah.

 

Sebagai Ketua Pansus, Syarifatul memegang kendali strategis dalam mengawal dokumen kebijakan tersebut. Ia menilai bahwa sinkronisasi dan harmonisasi data antara lembaga daerah menjadi kunci keberhasilan implementasi RPJMD. Dalam hal ini, keakuratan data dinilai lebih penting daripada sekadar ambisi politik.

 

“Semua yang tertuang harus berbasis data yang kredibel. Ini penting agar RPJMD tidak sekadar ambisi, tapi bisa diimplementasikan dengan baik,” katanya.


Untuk memperkuat kualitas substansi dokumen, Pansus berencana melibatkan sejumlah mitra strategis seperti Bappeda Kaltim, Badan Pusat Statistik (BPS), dan Bank Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan bisa menghasilkan proyeksi yang tidak hanya bersifat teknokratis, tetapi juga selaras dengan dinamika pembangunan makro dan mikro di Kaltim, termasuk di tengah persiapan Ibu Kota Nusantara (IKN).

(Adv/DPRDProvKaltim)

Baca Juga