Top Picks
DPRD Kutim Dorong Pengembangan Wisata Mangrove RPJMD Tentukan Kaltim Menuju Indonesia Emas Sebagai Ketua KPA Kutim, Wabup Kasmidi Dukung Raperda Pencegahan HIV/AIDS Agar Segera di Sahkan Resmikan Asrama Haji Balikpapan, Wagub: Semoga Memberi Manfaat Besar Bagi Masyarakat Reses di Dapil Pemilihan, Ubaldus Badu Serap Aspirasi Warga Bupati Mengharapkan Agar Usulan Skala Prioritas Lebih Diutamakan

H Baba Ungkap Ketimpangan Pendidikan di Kaltim

fokuskaltim.com - Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), H Baba, mengungkap ketimpangan pendidikan yang terjadi di berbagai wilayah Kaltim. Menurutnya, tantangan di sektor pendidikan sangat bervariasi, mulai dari kekurangan sekolah di daerah terpencil hingga persoalan penumpukan siswa di sekolah favorit di perkotaan seperti Samarinda dan Balikpapan.

 

Dalam keterangannya, H Baba menyoroti kesenjangan fasilitas pendidikan antara kota dan daerah pelosok. Di wilayah seperti Berau, Kutai Timur, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu, banyak kecamatan yang belum memiliki sekolah menengah atas (SMA/SMK), sehingga siswa harus menempuh perjalanan jauh untuk mengakses pendidikan.

 

“Ada kawasan yang sama sekali belum memiliki sekolah menengah, ini jelas menjadi hambatan besar bagi anak-anak di daerah,” kata Baba.

 

Sebaliknya, di pusat kota seperti Samarinda, persoalan bukan terletak pada ketersediaan sekolah, melainkan pada ketimpangan pilihan. Masyarakat cenderung memburu sekolah-sekolah favorit yang dianggap unggul dalam kualitas dan fasilitas.

 

“Fasilitas pendidikan di Samarinda sebenarnya cukup, tetapi banyak orang tua mengejar sekolah unggulan, menyebabkan ketidakseimbangan jumlah pendaftar,” jelasnya.

 

Sementara itu, Balikpapan menghadapi tantangan berbeda. Jumlah sekolah yang ada belum mampu mengimbangi lonjakan jumlah peserta didik. Kekurangan unit sekolah dan ruang belajar menjadi masalah utama di kota tersebut.

(Adv/DPRDProvKaltim)

Baca Juga