Top Picks
Gedung Baru Puskesmas Kampung Bugis, Bupati Minta Pelayanan Sepenuh Hati Diskominfo Kaltim Gelar Coaching Metadata Statistik Sektoral, Dorong Data Administratif Berkualitas Geger! Penemuan Bayi Laki-Laki di Dalam Kardus Perpustakaan Berperan Penting Dalam Wujudkan Cita-cita Bangsa Tingkatkan Pelayanan Administarsi Kependudukan, Bupati Minta Disdukcapil Maksimalkan Pengunaan ADM Jadi yang Pertama, Bupati dan Wakil Bupati Hadiri Musrenbangcam Kecamatan Rantau Pulung

H Baba Ungkap Ketimpangan Pendidikan di Kaltim

fokuskaltim.com - Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), H Baba, mengungkap ketimpangan pendidikan yang terjadi di berbagai wilayah Kaltim. Menurutnya, tantangan di sektor pendidikan sangat bervariasi, mulai dari kekurangan sekolah di daerah terpencil hingga persoalan penumpukan siswa di sekolah favorit di perkotaan seperti Samarinda dan Balikpapan.

 

Dalam keterangannya, H Baba menyoroti kesenjangan fasilitas pendidikan antara kota dan daerah pelosok. Di wilayah seperti Berau, Kutai Timur, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu, banyak kecamatan yang belum memiliki sekolah menengah atas (SMA/SMK), sehingga siswa harus menempuh perjalanan jauh untuk mengakses pendidikan.

 

“Ada kawasan yang sama sekali belum memiliki sekolah menengah, ini jelas menjadi hambatan besar bagi anak-anak di daerah,” kata Baba.

 

Sebaliknya, di pusat kota seperti Samarinda, persoalan bukan terletak pada ketersediaan sekolah, melainkan pada ketimpangan pilihan. Masyarakat cenderung memburu sekolah-sekolah favorit yang dianggap unggul dalam kualitas dan fasilitas.

 

“Fasilitas pendidikan di Samarinda sebenarnya cukup, tetapi banyak orang tua mengejar sekolah unggulan, menyebabkan ketidakseimbangan jumlah pendaftar,” jelasnya.

 

Sementara itu, Balikpapan menghadapi tantangan berbeda. Jumlah sekolah yang ada belum mampu mengimbangi lonjakan jumlah peserta didik. Kekurangan unit sekolah dan ruang belajar menjadi masalah utama di kota tersebut.

(Adv/DPRDProvKaltim)

Baca Juga