Top Picks
Ikut Arahan Pusat, Kutim Larang Mudik dan Takbiran Keliling Jimmi Sebut Langkah Awal Anggota DPRD Kutim Periode 2024-2029 Kini Tahap Pembentukan Fraksi Bank Indonesia Bahas Potensi Monetisasi Penurunan Emisi di Kaltim Peringati Bulan Bhakti Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2022, DPKH Kaltim Gelar Expo Ini Tanggapan Fraksi KIR DPRD Kutim Terkait 2 Raperda Usulan Pemerintah Diskominfo Kaltim Ingatkan Tenaga Kesehatan Jaga Etika Profesi

DPRD Kaltim Dorong Pembangunan Jalan Poros Kutai Barat–Mahulu

fokuskaltim.com - Komitmen nyata untuk membuka akses Mahakam Ulu datang dari Sugiyono, Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, yang menegaskan bahwa pihaknya akan mendorong pembangunan jalan poros penghubung Kutai Barat–Mahakam Ulu agar diakomodasi dalam APBD Kaltim tahun 2026.

 

Pernyataan tersebut disampaikan baru-baru ini di Samarinda sebagai bentuk respons atas lambannya pemerataan infrastruktur di wilayah perbatasan.


“Kami dorong infrastruktur tentunya untuk Mahulu. Terutama jalan poros yang selama ini sangat dibutuhkan masyarakat sebagai akses utama,” ujar Sugiyono.

 

Ia menekankan pentingnya pembangunan jalan ini sebagai bagian dari upaya menyetarakan hak warga Mahulu terhadap layanan dasar, mobilitas, dan aktivitas ekonomi.

 

Selama bertahun-tahun, masyarakat Mahakam Ulu bergantung pada jalur sungai dan udara yang tidak hanya mahal, tetapi juga membatasi gerak logistik dan pelayanan publik. Kondisi ini, menurut Sugiyono, menyebabkan Mahulu seolah berada di luar orbit pembangunan Kaltim yang selama ini lebih terfokus di kawasan pesisir dan perkotaan.

 

“Tanpa infrastruktur yang layak, Mahulu akan tetap terpinggirkan. Kesenjangan pembangunan akan makin nyata,” lanjutnya.

 

Komisi III DPRD Kaltim pun berkomitmen mendorong percepatan realisasi jalan poros ini melalui alokasi anggaran dan kolaborasi lintas sektor.

 

Lebih dari sekadar jalur penghubung, Sugiyono menilai jalan poros Mahulu akan menjadi fondasi utama untuk membangun sektor pendidikan, kesehatan, serta membuka pasar ekonomi lokal. “Jalan ini bukan kemewahan, tapi kebutuhan dasar. Distribusi barang, pelayanan publik, dan mobilitas masyarakat akan meningkat tajam,” tegasnya.

(Adv/DPRDProvKaltim)

Baca Juga