Top Picks
Yan Terima Curhat Guru P3K dan TK2D Terkait Tunjangan Insentif Tak Jelas Dispora Kaltim Tingkatkan Soft Skill Para Pemuda Wow! Batik Asli Kutim Akan Tampil Di Handarty Korea Exhibition Event 2022 Ardiansyah Tegaskan Warga Harus Tunjukkan Bukti Swab di Pos Penyekatan PPKM Kutim di TNK Sebanyak 30 Wartawan Se-Kutim Ikuti Pelatihan Wartawan Olahraga Garapan KONI Kutim Bersama SIWO Kaltim PWI 150 Peserta se-Kabupaten/Kota Kaltim Lalukan Rakot Sinkronisasi Teknis Bidang Sosial se-Kaltim di Kutim

Tantangan Sektor Pendidikan Bervariasi

fokuskaltim.com - Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), H Baba, mengungkap ketimpangan pendidikan yang terjadi di berbagai wilayah Kaltim. Menurutnya, tantangan di sektor pendidikan sangat bervariasi, mulai dari kekurangan sekolah di daerah terpencil hingga persoalan penumpukan siswa di sekolah favorit di perkotaan seperti Samarinda dan Balikpapan.

 

Dalam keterangannya, H Baba menyoroti kesenjangan fasilitas pendidikan antara kota dan daerah pelosok. Di wilayah seperti Berau, Kutai Timur, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu, banyak kecamatan yang belum memiliki sekolah menengah atas (SMA/SMK), sehingga siswa harus menempuh perjalanan jauh untuk mengakses pendidikan.

 

“Ada kawasan yang sama sekali belum memiliki sekolah menengah, ini jelas menjadi hambatan besar bagi anak-anak di daerah,” kata Baba.

 

Sebaliknya, di pusat kota seperti Samarinda, persoalan bukan terletak pada ketersediaan sekolah, melainkan pada ketimpangan pilihan. Masyarakat cenderung memburu sekolah-sekolah favorit yang dianggap unggul dalam kualitas dan fasilitas.

 

“Fasilitas pendidikan di Samarinda sebenarnya cukup, tetapi banyak orang tua mengejar sekolah unggulan, menyebabkan ketidakseimbangan jumlah pendaftar,” jelasnya.

 

Sementara itu, Balikpapan menghadapi tantangan berbeda. Jumlah sekolah yang ada belum mampu mengimbangi lonjakan jumlah peserta didik. Kekurangan unit sekolah dan ruang belajar menjadi masalah utama di kota tersebut.

 

“Wali Kota Balikpapan telah menyampaikan rencana pembangunan SMA Negeri 2 dan SMK Negeri 2 untuk menjawab kebutuhan mendesak,” pungkasnya.

(Adv/DPRDProvKaltim)

Baca Juga