Top Picks
Reza Desak Perbaikan Jalur Alternatif dan Usul Jalan Baru Jongkang Yan Nilai Usulan Musrenbang di Dapil III Sudah Sesuai Hasil Reses Dewan Diskominfo Terus Bangun Percepatan Transformasi Digital di Kaltim Optimalkan Penyerapan APBD, DPRD Kutim Gelar Audiensi dan Koordinasi Program Pemberantas Korupsi Dengan KPK RI Gubernur Kaltim Bersama Pangdam VI Mulawarman Melakukan Groundbreaking Pembangunan Rumah Layak Huni Bupati Kutim Minta Dinas Terkait Lakukan Peninjauan Lapangan Terhadap Saluran Irigasi yang Masih Terus Bermasalah

Tantangan Sektor Pendidikan Bervariasi

fokuskaltim.com - Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), H Baba, mengungkap ketimpangan pendidikan yang terjadi di berbagai wilayah Kaltim. Menurutnya, tantangan di sektor pendidikan sangat bervariasi, mulai dari kekurangan sekolah di daerah terpencil hingga persoalan penumpukan siswa di sekolah favorit di perkotaan seperti Samarinda dan Balikpapan.

 

Dalam keterangannya, H Baba menyoroti kesenjangan fasilitas pendidikan antara kota dan daerah pelosok. Di wilayah seperti Berau, Kutai Timur, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu, banyak kecamatan yang belum memiliki sekolah menengah atas (SMA/SMK), sehingga siswa harus menempuh perjalanan jauh untuk mengakses pendidikan.

 

“Ada kawasan yang sama sekali belum memiliki sekolah menengah, ini jelas menjadi hambatan besar bagi anak-anak di daerah,” kata Baba.

 

Sebaliknya, di pusat kota seperti Samarinda, persoalan bukan terletak pada ketersediaan sekolah, melainkan pada ketimpangan pilihan. Masyarakat cenderung memburu sekolah-sekolah favorit yang dianggap unggul dalam kualitas dan fasilitas.

 

“Fasilitas pendidikan di Samarinda sebenarnya cukup, tetapi banyak orang tua mengejar sekolah unggulan, menyebabkan ketidakseimbangan jumlah pendaftar,” jelasnya.

 

Sementara itu, Balikpapan menghadapi tantangan berbeda. Jumlah sekolah yang ada belum mampu mengimbangi lonjakan jumlah peserta didik. Kekurangan unit sekolah dan ruang belajar menjadi masalah utama di kota tersebut.

 

“Wali Kota Balikpapan telah menyampaikan rencana pembangunan SMA Negeri 2 dan SMK Negeri 2 untuk menjawab kebutuhan mendesak,” pungkasnya.

(Adv/DPRDProvKaltim)

Baca Juga