Top Picks
Kebakaran di Kabo Jaya Hanguskan Rumah dan Kios Warga serta Eks Kantor Desa Update Covid-19, Balikpapan Tambah Satu Pasien Meninggal Dunia Samsun Serap Aspirasi Warga KM 6 Kecamatan Loa Kulu Salin Silarurahmi Dengan Masyarakat Kecamatan Kaubun, Bupati Ardiansyah Hadiri Pengajian Rutin Majelis Taklim Kaubun Reses Yuli Sa’Pang, Soroti Masalah Air Bersih dan Infrastruktur Setuju Terapkan PPKM Mikro, Bupati Kutim: Tiga Hal yang Perlu Diperketat

Subandi Desak Penanganan Banjir Secara Terpadu dan Berkelanjutan

fokuskaltim.com - Penanganan banjir di Kota Samarinda kembali menjadi perhatian serius. Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Subandi, menyoroti pendekatan parsial yang selama ini diterapkan dan mendesak adanya strategi kolaboratif lintas pemerintahan. Ia menyampaikan kritik tajam dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) beberapa pekan lalu di Samarinda, Kalimantan Timur.

 

Subandi menilai bahwa penanganan banjir di Samarinda belum menyentuh akar persoalan. Ia menyebut bahwa langkah-langkah yang selama ini dilakukan masih bersifat tambal sulam, tidak sistematis, dan minim koordinasi. “Masalah banjir di Samarinda itu kompleks. Tidak cukup hanya dengan normalisasi drainase atau pengerukan sungai,” ujarnya.

 

Menurutnya, posisi strategis Samarinda sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur menjadikan isu banjir bukan semata persoalan lokal. Kota ini, kata Subandi, menjadi pusat interaksi dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim serta kerap menerima kunjungan dari tamu nasional maupun internasional.

 

“Kalau kota ini terus kebanjiran, aktivitas ekonomi, sosial, dan birokrasi akan terganggu,” tegasnya.

(Adv/DPRDProvKaltim)

Baca Juga