Top Picks
Perpusnas Gelar Rakornas Bidang Perpustakaan Tahun 2023 Ikut Ajang GWN Expo 2023 di Jakarta, Dispar Kutim Raih Stand Terbaik Dua Pria Digerebek di Kamar Hotel, Polisi Temukan 6 Poket Sabu Siap Edar Tradisi Mag'Jamu Warga Bajau Jadi Daya Tarik Wisata Berau Wabup Mahyunadi Buka Turnamen Bupati Cup E-Sport 2025, Ratusan Gamers Padati Gedung PKK Ikuti Pameran UMKM UP2K, TP-PKK Kutim Tampilkan Produk Unggulan

Subandi Desak Penanganan Banjir Secara Terpadu dan Berkelanjutan

fokuskaltim.com - Penanganan banjir di Kota Samarinda kembali menjadi perhatian serius. Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Subandi, menyoroti pendekatan parsial yang selama ini diterapkan dan mendesak adanya strategi kolaboratif lintas pemerintahan. Ia menyampaikan kritik tajam dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) beberapa pekan lalu di Samarinda, Kalimantan Timur.

 

Subandi menilai bahwa penanganan banjir di Samarinda belum menyentuh akar persoalan. Ia menyebut bahwa langkah-langkah yang selama ini dilakukan masih bersifat tambal sulam, tidak sistematis, dan minim koordinasi. “Masalah banjir di Samarinda itu kompleks. Tidak cukup hanya dengan normalisasi drainase atau pengerukan sungai,” ujarnya.

 

Menurutnya, posisi strategis Samarinda sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur menjadikan isu banjir bukan semata persoalan lokal. Kota ini, kata Subandi, menjadi pusat interaksi dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim serta kerap menerima kunjungan dari tamu nasional maupun internasional.

 

“Kalau kota ini terus kebanjiran, aktivitas ekonomi, sosial, dan birokrasi akan terganggu,” tegasnya.

(Adv/DPRDProvKaltim)

Baca Juga