Top Picks
Akhir Oktober, Agenda Reses Pertama Anggota DPRD Kaltim Periode 2019-2024 Silang Layan Buku Kembali Digelar, DPK Bontang Tanamkan Cinta Literasi di SDN 001 Bontang Selatan Terima Laporan Pencemaran Lingkungan Oleh Perusahaan Tambang, DPRD Kutim Panggil Pihak PT Indexim Peneliti LIPI: Transisi Pindah Ibu Kota Timbulkan Masalah Baru Gelontorkan Rp 47 Miliar, Bupati Berau Resmikan Jembatan Penghubung Inaran Sosper Bantuan Hukum, M.Nasiruddin : Ini Menjadi Fasilitas Bagi Masyarakat Dalam Hal Mendapat Bantuan Hukum

Subandi Desak Penanganan Banjir Secara Terpadu dan Berkelanjutan

fokuskaltim.com - Penanganan banjir di Kota Samarinda kembali menjadi perhatian serius. Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Subandi, menyoroti pendekatan parsial yang selama ini diterapkan dan mendesak adanya strategi kolaboratif lintas pemerintahan. Ia menyampaikan kritik tajam dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) beberapa pekan lalu di Samarinda, Kalimantan Timur.

 

Subandi menilai bahwa penanganan banjir di Samarinda belum menyentuh akar persoalan. Ia menyebut bahwa langkah-langkah yang selama ini dilakukan masih bersifat tambal sulam, tidak sistematis, dan minim koordinasi. “Masalah banjir di Samarinda itu kompleks. Tidak cukup hanya dengan normalisasi drainase atau pengerukan sungai,” ujarnya.

 

Menurutnya, posisi strategis Samarinda sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur menjadikan isu banjir bukan semata persoalan lokal. Kota ini, kata Subandi, menjadi pusat interaksi dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim serta kerap menerima kunjungan dari tamu nasional maupun internasional.

 

“Kalau kota ini terus kebanjiran, aktivitas ekonomi, sosial, dan birokrasi akan terganggu,” tegasnya.

(Adv/DPRDProvKaltim)

Baca Juga