Top Picks
Pelantikan PIM, Hadi: Perempuan Harus Miliki Kemandirian Tak Semata Hiburan, Maratua Jazz Melestarikan Alam dan Ekonomi Kreatif Udin Nilai Banyak Perusahaan Di Kaltim Tak Jalankan CSR Welcome Party Rakorda BP, Bupati Kutim Ingatkan Tugas dan Fungsi BPBD YJI Masuk Usia ke-42, Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Jantung Musrenbang Tahun Terakhir dan Pembangunan IKN

DPRD Kaltim Desak Pemkot Samarinda Ambil Langkah Reaktif

fokuskaltim.com - Samarinda kembali diguncang bencana, sebuah tebing setinggi lima meter runtuh di Jalan Belimau, Kelurahan Lempake, beberapa waktu lalu, menimpa empat rumah warga. Meski tak ada korban jiwa, insiden ini memicu kekhawatiran baru. Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Subandi, mendesak Pemerintah Kota Samarinda segera mengambil langkah antisipatif, bukan hanya bersikap reaktif setelah kejadian.

 

Runtuhnya tebing di kawasan permukiman padat tersebut menjadi pengingat nyata bahwa bahaya longsor di Samarinda tidak bisa diabaikan. Subandi menilai, Pemkot Samarinda harus lebih serius dalam upaya mitigasi bencana dengan melakukan deteksi dini di seluruh titik rawan.

 

“Melalui kesempatan ini, saya menghimbau agar kejadian serupa tidak terulang. Titik-titik rawan longsor harus dideteksi sejak dini,” katanya saat diwawancarai di Gedung DPRD Kaltim.

 

Ia juga menekankan pentingnya peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam mengawal upaya pencegahan. Menurutnya, pemetaan kawasan rawan longsor dan edukasi kepada warga harus menjadi program prioritas.

 

“Kalau hanya bergerak setelah musibah, kita tidak akan pernah benar-benar siap,” ujarnya menambahkan.


Dalam pernyataannya, Subandi turut mengkritisi pembangunan yang masih terus dilakukan di wilayah berisiko tinggi. Ia mendorong Pemkot menerapkan regulasi tegas guna melindungi keselamatan masyarakat.

 

“Pemkot harus berani melarang pembangunan di daerah berisiko. Jangan tunggu korban jatuh dulu baru bertindak,” tukasnya.

(Adv/DPRDProvKaltim)

Baca Juga