Gedung Mini Teater DPK Bontang.
Fokuskaltim, Bontang - Gedung mini teater milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang sudah rampung. Gedung ini akan difungsikan sebagai ruang multimedia berskala besar. Namun, untuk dapat beroperasi secara maksimal, gedung tersebut masih membutuhkan tambahan anggaran sebesar Rp3,5 miliar.
Kepala Bidang Perpustakaan DPK Bontang, Indra Nopika Jaya, menyebut anggaran tersebut dibutuhkan untuk melengkapi fasilitas utama seperti layar videotron, sistem tata suara, pencahayaan, peredam suara, AC, serta finishing bagian luar gedung.
"Total kebutuhan sekitar Rp3,5 miliar untuk melengkapi semua isi gedung, termasuk videotron yang akan menjadi daya tarik utama," jelasnya, belum lama ini.
Mini teater ini dirancang menyerupai bioskop, dilengkapi kursi sofa, tata suara sinematik, serta tampilan visual yang mendukung kegiatan pemutaran film edukatif dan literasi audio-visual lainnya. Beberapa perangkat seperti AC dan sistem suara disebut telah tersedia namun belum dipasang karena masih menunggu kelengkapan lainnya.
Pada APBD Perubahan tahun ini, DPK Bontang baru mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp1,5 miliar. Artinya, masih dibutuhkan sekitar Rp2 miliar lagi agar seluruh komponen gedung bisa dipenuhi.
"Kalau hanya sebagian yang dipasang, justru tidak optimal. Misalnya kursi sofa yang sudah ada, belum bisa digunakan karena belum ada struktur terap baja dan sistem tata ruangnya," lanjutnya.
Ruang mini teater ini akan menggantikan fungsi ruang multimedia DPK saat ini, namun dengan kapasitas dan fasilitas yang lebih memadai untuk kegiatan edukasi publik, khususnya bagi pelajar.
Indra juga menegaskan bahwa pengelolaan gedung ini nantinya tetap berada di bawah tanggung jawab internal DPK. Beberapa personel akan ditugaskan sebagai operator, sementara bagian perawatan dan kebersihan akan diserahkan kepada pihak ketiga melalui sistem kontrak layanan.
"Karena akan menggunakan perangkat teknologi tinggi seperti videotron, tentu perawatannya juga harus ekstra. Ini jadi perhatian khusus kami ke depan," tutup Indra. (Adv/Ra)
