Top Picks
Pemkab Kutim Bagikan Bendera Merah Putih Untuk Masyarakat, Ardiansyah: Menikmati Kemerdekaan Dengan Suka Cita Pembangunan Harus Untuk Semua Wilayah Kaltim Nasiruddin Sosialisasikan Wawasan Kebangsaan di Desa Sangatta Utara Lepas 146 Mahasiswa KKN STIE Nusantara, Bupati Ardiansyah berharap bisa Membawa Misi Kampus Agar Mampu Berkontribusi pada masyarakat.  Arsip Saksi Kunci Segala Peristiwa, DPK Kaltim Fokuskan Peningkatan Arsiparis DPK Bontang Beri Bimbingan Magang Bagi Pengelola Perpustakaan Binaan

Petani Muda Menjadi Harapan Baru Dalam Sektor Pertanian Modern

fokuskaltim.com - Ribuan petani muda di Kalimantan Timur (Kaltim) kini menjadi harapan baru dalam sektor pertanian modern. Mereka tidak sekadar melanjutkan tradisi bertani, tetapi membawa pendekatan inovatif dan berorientasi bisnis yang memanfaatkan teknologi canggih. Tren ini menjadi sinyal positif untuk masa depan ekonomi hijau di Indonesia.

 

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, menyoroti pertumbuhan petani milenial yang tersebar di berbagai wilayah, seperti Kutai Kartanegara, Berau, dan Paser. Menurutnya, kelompok ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan potensi riil yang bisa menjadi motor penggerak ekonomi jika mendapat dukungan tepat.

 

“Petani muda ini bukan petani dalam pengertian lama. Mereka berpikir sebagai pelaku agribisnis yang paham efisiensi, pasar digital, dan teknologi pertanian. Ini aset besar yang harus segera diberi ruang berkembang,” ujar Reza.

 

Ia menjelaskan bahwa petani muda kini memanfaatkan teknologi seperti sensor tanah, sistem irigasi otomatis, dan pemantauan lahan berbasis Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional. Langkah ini, menurutnya, bukan hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadikan pertanian sebagai sektor bisnis yang lebih menguntungkan.


Namun, Reza menekankan bahwa inovasi ini membutuhkan ekosistem yang mendukung, termasuk akses modal, pelatihan teknis, serta perlindungan pasar. Tanpa dukungan konkret dari pemerintah daerah, potensi besar ini dikhawatirkan akan stagnan atau bahkan hilang.

 

“Jika kita biarkan mereka berjuang sendiri, maka kita akan kehilangan momentum emas untuk merevolusi sektor pertanian kita,” tegasnya.

 

Reza juga mendorong kebijakan pertanian di Kaltim untuk lebih berfokus pada kebutuhan aktual petani muda, mulai dari branding produk hingga peluang ekspor, agar mereka dapat bersaing di pasar global. (Adv/DPRDProvKaltim)

Baca Juga