Top Picks
Pj Gubernur Dan DPRD Kaltim Tinjau Logistik Pilkada 2024 Reses: Kajan Lahang Perjuangkan Bantuan Pertanian di Dapil Kutim III Dispar Kutim Matangkan Persiapan Jelajah Pesona Pulau Miang 2025 Latihan Garuda Shield 2022, Kodim 0909 Promosikan Produk UMKM Kutim Kepada Prajurit Asing Sandi Beberkan Program Prioritas Di Benua Etam Semarakan Bulan Bahasa, DPK Kaltim Hadir di SD Fastabiqul Khairat

Petani Muda Menjadi Harapan Baru Dalam Sektor Pertanian Modern

fokuskaltim.com - Ribuan petani muda di Kalimantan Timur (Kaltim) kini menjadi harapan baru dalam sektor pertanian modern. Mereka tidak sekadar melanjutkan tradisi bertani, tetapi membawa pendekatan inovatif dan berorientasi bisnis yang memanfaatkan teknologi canggih. Tren ini menjadi sinyal positif untuk masa depan ekonomi hijau di Indonesia.

 

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, menyoroti pertumbuhan petani milenial yang tersebar di berbagai wilayah, seperti Kutai Kartanegara, Berau, dan Paser. Menurutnya, kelompok ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan potensi riil yang bisa menjadi motor penggerak ekonomi jika mendapat dukungan tepat.

 

“Petani muda ini bukan petani dalam pengertian lama. Mereka berpikir sebagai pelaku agribisnis yang paham efisiensi, pasar digital, dan teknologi pertanian. Ini aset besar yang harus segera diberi ruang berkembang,” ujar Reza.

 

Ia menjelaskan bahwa petani muda kini memanfaatkan teknologi seperti sensor tanah, sistem irigasi otomatis, dan pemantauan lahan berbasis Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional. Langkah ini, menurutnya, bukan hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadikan pertanian sebagai sektor bisnis yang lebih menguntungkan.


Namun, Reza menekankan bahwa inovasi ini membutuhkan ekosistem yang mendukung, termasuk akses modal, pelatihan teknis, serta perlindungan pasar. Tanpa dukungan konkret dari pemerintah daerah, potensi besar ini dikhawatirkan akan stagnan atau bahkan hilang.

 

“Jika kita biarkan mereka berjuang sendiri, maka kita akan kehilangan momentum emas untuk merevolusi sektor pertanian kita,” tegasnya.

 

Reza juga mendorong kebijakan pertanian di Kaltim untuk lebih berfokus pada kebutuhan aktual petani muda, mulai dari branding produk hingga peluang ekspor, agar mereka dapat bersaing di pasar global. (Adv/DPRDProvKaltim)

Baca Juga