Top Picks
Bupati Kutim Tinjau Pelaksanaan Posko Cek Point Penyekatan PPKM Mikro di Kawasan TNK Pemerintah Kutim Hadiri Paripurna DPRD ke-24 Penyampaian Rekomendasi DPRD Terhadap LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2024 Pasar Ramadan Ditiadakan di Kutim, Jasa Kurir Jadi Alternatif World Occupational Therapy Day, Pemkab Berau Buka Seminar Parenting Mengenal Elit Bontang, Platform Permudah Akses Buku Digital di Perpusda Bontang Joni Khawatir Serapan Anggaran Kurang Maksimal Hingga Akhir Desember

Perjuangan Guru di Kutim Hadapi Covid-19

Fokuskaltim.co - Perjuang melawan virus Corona atau Covid-19 tidak hanya layak disandang oleh para tenaga medis, namun juga peran berbagai pihak. Termasuk tenaga pengajar atau guru di dunia pendidikan.

Jikalau para tenaga medis adalah pejuang di garda terdepan dalam menghadapi pandemi Corona. Maka para pengajar, pejuang pendidikan adalah second line atau barisan kedua yang juga akan berjuang di kancah peperangan melawan pandemi Corona ini.

Abbas Husaini, Kepala Bidang Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendikan (Disdik) Kutai Timur (Kutim) mengambarkan perjuangakan dan peran para tenaga pengajar tersebut di tengah situasi pandemi Covid-19.

Menurutnya, situasi guru di daerah pelosok atau tertinggal akan sama saja, dikarenakan mereka akan menggunakan sistem pembelajaran luring dengan bertemu langsung dengan peserta didik.

Pembelajaran luring dilakukan guru lantaran di daerah pelosok masih banyak yang belum tersenutuh degan jaringan atau signal, sehingga menuai kendala dalam pembelajaran online.

“Seperti di desa Sandaran yang mana guru datang untuk bertemu siswa, dan kadang sebaliknya,” terang Abbas, belum lama ini.

Tindakan ini, menurut Abbas, agak beresiko, maka sesuai petunjuk Kadisdik Kutai Timur Roma Malau, diharapkan guru atau siswa yang berinteraksi langsung untuk menggunakan alat pelindung diri (APD).

Baca Juga