Top Picks
Wujudkan Komitmen Pasca Rakorda 2023, DPK Kaltim Jalin Kerjasama DPK PPU Agusriansyah Hadiri Grounbreking SPAM IPA 10 Liter Perdetik di Kaubun Kualitas Pemuda Kaltim Sangat Dibutuhkan Untuk Masa Depan Selama Ramadan dan Jelang Lebaran, Konsumsi Tepung Terigu Meningkat 130 Ton Bapemperda Audiensi Bersama Akademisi Unmul, Bahas Usulan Pembentukan Peraturan Daerah Tentang Desa Adat di Kaltim Kasus Covid-19 Meningkat, Masyarakat Jangan Panik

Perjuangan Guru di Kutim Hadapi Covid-19

Fokuskaltim.co - Perjuang melawan virus Corona atau Covid-19 tidak hanya layak disandang oleh para tenaga medis, namun juga peran berbagai pihak. Termasuk tenaga pengajar atau guru di dunia pendidikan.

Jikalau para tenaga medis adalah pejuang di garda terdepan dalam menghadapi pandemi Corona. Maka para pengajar, pejuang pendidikan adalah second line atau barisan kedua yang juga akan berjuang di kancah peperangan melawan pandemi Corona ini.

Abbas Husaini, Kepala Bidang Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendikan (Disdik) Kutai Timur (Kutim) mengambarkan perjuangakan dan peran para tenaga pengajar tersebut di tengah situasi pandemi Covid-19.

Menurutnya, situasi guru di daerah pelosok atau tertinggal akan sama saja, dikarenakan mereka akan menggunakan sistem pembelajaran luring dengan bertemu langsung dengan peserta didik.

Pembelajaran luring dilakukan guru lantaran di daerah pelosok masih banyak yang belum tersenutuh degan jaringan atau signal, sehingga menuai kendala dalam pembelajaran online.

“Seperti di desa Sandaran yang mana guru datang untuk bertemu siswa, dan kadang sebaliknya,” terang Abbas, belum lama ini.

Tindakan ini, menurut Abbas, agak beresiko, maka sesuai petunjuk Kadisdik Kutai Timur Roma Malau, diharapkan guru atau siswa yang berinteraksi langsung untuk menggunakan alat pelindung diri (APD).

Baca Juga