Top Picks
Gelar Bazar Ramadhan dan Pasar Murah Selama 5 Hari Garapan Diskop dan TPID Kutim Harap Dapat Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Taraf Hidup Masyarakat 3.700 Peserta Hadiri HUT Dekranas di Balikpapan Ini Tanggapan Fraksi KIR DPRD Kutim Terkait 2 Raperda Usulan Pemerintah Kukuhkan Pengurus KBBKT Berau Periode 2019-2024, Ismu: Bubuhan Banjar Dukung Pembangunan Kunjungi Pra Penas KTNA 2022, Isran Dapat Sambutan Baik Peserta Pameran Arfan Usulkan Realokasi Anggaran Pilkada untuk Covid-19

Perusahaan Besar Harus Dilibatkan Dalam Ketahanan Pangan

fokuskaltim.com - Keterlibatan perusahaan besar menjadi pembina kelompok tani dan peternak, bagian dari tanggung jawab moral untuk ikut membangun sektor pertanian, peternakan, dan perikanan melalui skema kemitraan atau program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) dari Kutai Kartanegara, Salehuddin, menilai keterlibatan sektor swasta, khususnya perusahaan-perusahaan besar yang salama ini beroperasi di Tanah Borneo, dapat memperkuat ketahanan pangan daerah, apabila menjadi ”bapak angkat” kelompok tani dan peternak di Kaltim.

“Banyak perusahaan besar di Kabupaten Kutai Kartanegara dan wilayah lainnya di Kaltim. Mereka harus dilibatkan, bisa menjadi bapak angkat bagi kelompok tani, peternak, dan nelayan. Ini penting agar produksi pangan kita bisa naik dan tak lagi bergantung dari luar,” katanya.

Menurut dia, ketergantungan Kaltim terhadap pasokan pangan dari Sulawesi, Jawa, hingga Kalimantan Selatan (Kalsel) masih terbilang tinggi. Padahal, daerah seperti Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki potensi besar untuk swasembada, baik dalam hal padi, ternak, maupun unggas.

“Kita ini punya lahan dan petani. Yang kurang itu dukungan infrastruktur dan kemitraan. Perusahaan bisa masuk dalam dua aspek itu: bantu irigasi, bantu alat tani, atau pasarkan produk petani,” jelasnya.

Salehuddin mendorong agar dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim yang sedang dibahas, ada kebijakan afirmatif yang mendorong keterlibatan perusahaan dalam mendukung sektor pangan.

“Selama ini CSR yang ada di Kaltim itu banyak terserap ke infrastruktur jalan atau fasilitas umum. Sebenarnya itu sudah bagus, tapi sektor pangan juga penting. Apalagi dengan hadirnya Ibu Kota Negara (IKN), kebutuhan pangan akan naik tajam,” tuturnya.

Ia juga mencontohkan lima kawasan irigasi di Kabupaten Kutai Kartanegara yang potensial, namun belum benar-benar optimal karena infrastrukturnya belum memadai.

“Kalau ini bisa diintervensi bersama, antara pemerintah dan dunia usaha, keberhasilan akan lebih cepat tercapai. Kita ingin semua pihak memberikan supporting pada kelompok tani, nelayan maupun peternak,” terangnya.(Adv/DPRDProvkaltim)

Baca Juga