Kepala Bidang Perpustakaan DPK Bontang, Indra Nopika Jaya. (FK)
Fokuskaltim.com, Bontang - Upaya meningkatkan literasi masyarakat terus dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang melalui berbagai inovasi. Salah satunya adalah program “Bakul Terasi” (Bawa Buku Lama Tukar Inspirasi), yang memanfaatkan buku-buku tak terpakai menjadi sarana peningkatan minat baca.
Kepala Bidang Perpustakaan DPK Bontang, Indra Nopika Jaya, menjelaskan bahwa program ini mengajak masyarakat untuk menyumbangkan buku-buku yang sudah tidak digunakan, namun masih layak baca, kepada DPK Bontang.
“Bakul Terasi adalah bentuk kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk memperluas akses literasi. Buku-buku yang disumbangkan akan diseleksi, lalu dimanfaatkan kembali sesuai kondisi dan kategorinya,” ungkap Indra, Senin (26/5/2025).
Buku-buku yang lolos penyortiran akan disalurkan ke wilayah-wilayah pesisir melalui program “Layar Puspita”, yakni layanan literasi keliling yang menyasar daerah dengan akses terbatas terhadap bahan bacaan.
“Fokus kami adalah daerah pesisir. Banyak anak-anak dan warga di sana yang belum memiliki akses memadai ke buku-buku bacaan. Dengan Layar Puspita, kita hadirkan buku langsung ke mereka,” ujarnya.
Sementara itu, buku-buku yang dianggap tidak layak edar akan dijual dalam kegiatan lelang terbuka atau bazar. Dana yang terkumpul nantinya digunakan untuk membeli koleksi baru yang relevan dan dibutuhkan masyarakat.
Menurut Indra, mekanisme ini tidak hanya mengurangi penumpukan buku lama, tetapi juga menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkaya koleksi perpustakaan tanpa harus bergantung penuh pada anggaran daerah.
“Ini salah satu wujud gerakan literasi berbasis partisipasi. Kami mengapresiasi masyarakat yang sudah mulai terlibat. Ke depan, kami ingin perluas jangkauannya ke sekolah, komunitas, dan RT-RW,” paoarnya.
Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak ragu menyumbangkan buku apa pun jenisnya, baik fiksi, nonfiksi, buku anak, maupun bacaan umum. Asal masih bisa dibaca dan bermanfaat, pasti akan diseleksi dan dimanfaatkan.
Lebih jauh, ia berharap minat baca masyarakat terus tumbuh, dan literasi tidak hanya berkembang di pusat kota, tetapi juga menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke wilayah terluar. (Adv/Ra)
