Top Picks
Santunan Uang Duka Karena Covid-19 Berlanjut di 2022 Malam Anugerah KPID Award 2023, Penghargaan Bagi Insan Penyiaran Secara Virtual, Pemkab-Forkopimda Kutim Hadiri Peringatan Hari Otonomi Daerah XXV Ketua DPRD Kutim Minta Pengamanan Pilkades Ditingkatkan Ketika Perhapi dan Wabub Kutim Silaturahmi Finalisasi Ranperda Tratibumlinmas, DPRD Kaltim Segera Gelar Uji Publik

Pentingnya Gizi Ibu Hamil untuk Cegah Stunting

fokuskaltim.com - Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kurangnya asupan gizi yang memadai selama kehamilan dan setelah lahir, Hal itu masih menjadi masalah serius di sejumlah daerah di Kalimantan Timur. Anggota DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Syadiah, menyampaikan bahwa pentingnya pemahaman gizi baik bagi ibu hamil sebagai langkah pencegahan stunting. “Salah satu penyebab utama tingginya angka stunting adalah kurangnya pemahaman ibu hamil mengenai pentingnya gizi seimbang,” ujar Syarifatul.

Ia menegaskan bahwa asupan gizi yang baik selama masa kehamilan berperan penting dalam memastikan anak-anak dapat tumbuh optimal dan sehat.

Menurutnya, ibu hamil yang kurang memahami pentingnya gizi seimbang berisiko mengalami kekurangan nutrisi, yang berdampak pada kesehatan anak di masa depan. Oleh karena itu, edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat, terutama bagi ibu hamil, menjadi hal yang perlu digalakkan.

“Penting bagi kita untuk terus meningkatkan pengetahuan kaum ibu tentang asupan gizi. Kampanye kesehatan dan penyuluhan di puskesmas, serta kerja sama lintas sektor, bisa sangat efektif,” tambahnya.

Sebagai bagian dari Fraksi Golkar, Syarifatul memastikan bahwa DPRD Kaltim akan terus mendorong program kesehatan yang berfokus pada gizi ibu hamil dan pencegahan stunting.

Menurutnya, anak-anak yang tumbuh sehat dan cerdas adalah aset penting untuk masa depan Kaltim. “Kami akan terus berjuang untuk meningkatkan pemahaman gizi ibu hamil. Dengan generasi penerus yang berkualitas, kita bisa mengurangi angka stunting di Kaltim,” tegasnya.

Ia berharap ada sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk menekan angka stunting. Kerja sama ini, lanjutnya, akan menjadikan program pencegahan stunting lebih efektif dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

“Masa depan anak-anak kita dimulai dari asupan gizi sejak dalam kandungan. Ini tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.(Adv)

Baca Juga