Top Picks
Polres Kutim Usut Pelaku Pembuang Bayi di Jalan Soekarno Hatta Sangatta Kwarda Kaltim Raih Tunggul Tergiat Ketiga Nasional DPRD dan Pemkab Kutim Setujui Perda Ketenagakerjaan dan Pembentukan Sebelas Desa Buruh Desak DPRD dan Pemkab Percepat Pembahasan Raperda Ketenagakerjaan Anggota DPRD Kutim Bantu Korban Kebakaran Sepaso Barat Dispora Kutim Gelar Sosialisasi Undang Tim Kordinasi DBON Kaltim, Bupati Ardiansyah Sambut Hangat

Syarifatul Syadiah Siapkan Internet bagi Tenaga Pendidik Terpencil

fokuskaltim.com - Dalam upaya memperluas jangkauan pendidikan berkualitas di wilayah terpencil, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) telah meluncurkan program digitalisasi pendidikan. Langkah ini dirancang untuk mengurangi kesenjangan akses pendidikan antara kawasan perkotaan dan daerah yang sulit dijangkau.

Program ini mencakup inisiatif penyediaan fasilitas digital bagi tenaga pendidik dan siswa di daerah terpencil. Syarifatul Syadiah, Anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Golkar, mengungkapkan bahwa pihaknya mendistribusikan seribu laptop bagi para guru dan menempatkan seribu titik WiFi di area yang minim akses internet. Fasilitas ini diharapkan membantu guru dalam penyampaian materi serta mempermudah siswa dalam mengakses pelajaran secara online.

“Dengan fasilitas ini, kami ingin anak-anak di wilayah terpencil mendapatkan peluang yang sama dalam pendidikan, terlepas dari keterbatasan geografis,” ujar Syarifatul, Kamis beberapa waktu lalu.

Ia menekankan bahwa akses teknologi sangat penting di era ini, terutama ketika ujian berbasis komputer dan pembelajaran digital semakin meluas. Selain untuk mempermudah proses belajar-mengajar, program ini juga diharapkan membangun fondasi yang lebih kuat bagi para pelajar agar siap menghadapi tantangan global.

“Anak-anak kita harus bisa bersaing di tingkat nasional dan internasional, dan teknologi adalah bagian penting dari kesiapan tersebut,” tuturnya.

Dengan digitalisasi pendidikan ini, DPRD Kaltim berharap kualitas pendidikan di provinsi ini dapat meningkat, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau layanan pendidikan memadai. (adv/tw)

Baca Juga