Top Picks
Tinggal Hitungan Hari, Maratua Run Perebutkan Hadiah Rp 785 Juta Kunjungi Pasar Sanggam, Jokowi Cek Harga dan Stok Barang Satnarkoba Polres Berau Gagalkan Peredaran 44 Gram Sabu Perkuat Kerjasama, Pemkab Berau Tanda Tangan PKS dengan Bankaltimtara PT Kideco Jaya Agung Miliki Mobil Perpusling Yang Melayani 73 Sekolah Prihatin Layanan Listrik Terbatas, Dewan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Warga Desa Tepian Raya Bengalon

Tradisi Mag'Jamu Warga Bajau Jadi Daya Tarik Wisata Berau

FOKUSKALTIM, BERAU - Miniatur perahu layar berwarna kuning dilarung ke laut lepas diiringi dengan perahu-perahu nelayan di Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, Kamis (31/10/2024) pagi. Tradisi ini merupakan rangkaian kegiatan budaya yang dikenal masyarakat suku Bajau dengan sebutan Mag’jamu, yang dipercaya sebagai upaya dalam menghilangkan penyakit.

Tradisi Mag’jamu ini merupakan warisan leluhur suku Bajau yang dilaksanakan setiap tahun. Dilaksanakan selama tiga hari penuh. Diawali dengan persiapan, kemudian malam kedua adalah utasan atau pengobatan.

Selanjutnya di hari ketiga sekaligus puncak kegiatan dengan melarung miniatur perahu. Dalam bahasa Bajau disebut juga Bekpakan Lahat. Miniatur perahu ini merupakan lambang kampung. Dilepasnya perahu ini dengan tujuan penyakit di kampung ikut terbuang ke laut.

Kegiatan sarat nilai spiritual ini dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Ilyas Nasir yang mewakili Pjs Bupati Berau, Sufian Agus, anggota DPRD Kaltim, Makmur HAPK, tokoh masyarakat serta adat dan ratusan masyarakat Tanjung Batu.

Khasanah budaya ini pun dimaknai juga sebagai sarana dalam mempererat tali silahturahmi antar masyarakat. Termasuk mengenalkan kepada generasi muda.

Tradisi yang masih dipertahankan hingga saat ini pun mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Berau. Dengan banyaknya nilai-nilai budaya yang terkandung didalamnya menjadikan kegiatan ini menjadi bagian dalam promosi pariwisata daerah.

“Prosesi ini juga menjadi salah satu daya tarik pariwisata di Kabupaten Berau. Tidak semua daerah memiliki budaya semacam ini sehingga mereka yang ingin melihat dan menyaksikan langsung prosesi Mag’jamu harus datang ke Kampung Tanjung Batu,” ujarnya.

Sebagai pintu gerbang pariwisata bahari, kekayaan budaya ini harus dipertahankan dan dimunculkan. Dikemas dengan menarik untuk mengundang perhatian dari wisatawan. "Pemerintah selalu memberikan dukungan penuh dalam promosi budaya ini," kata Ilyas. (*/adv)

Baca Juga