Top Picks
Program Revolusi Mental DPK Bontang, Upaya Perkuat Etika Pelayanan Publik Akmal Malik Ajak Kembangkan Greenhouse Disdikbud Kutim Kembali Gelar Pekan Keterampilan PAI, Sebanyak 290 Siswa-siswi SMP Ikut Serta DPRD Kutim Apresiasi Kinerja Disdikbud Tunjang Kemajuan Dunia Pendidikan Melalui Program Perpustakaan Keliling DPKD Kaltim Siapkan 600 Judul Buku Sarkowi Pimpin Kunker Pansus Kesenian Daerah ke Dewan Kesenian Jakarta

Disdik Kutim Sambut Baik Program Belajar TVRI

Fokuskaltim.co - Program Belajar dari Rumah di TVRI inisiatif Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim disambut baik oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kutai Timur (Kutim). Gagasan tersebut dinilai efektif untuk mendukung gerakan sosial distancing dengan berada di rumah dan menjaga kesehatan.

“Nanti akan disesuaikan lagi dengan kondisi di daerah kita Kutai Timur ini. Semoga semua bisa berjalan dengan lancar,” ucap Kadisdik Kutim Roma Malau, Senin (13/4/2020) pagi.

Roma mengaku telah menerima instruksi arahan pemerintah pusat tentang program belajar selama libur wabah covid-19. Program “belajar di rumah” dari Kemendikbud itu ditayangkan di TVRI sebagai media yang ditunjuk pemerintah.

Sebagaimana arahan kebijakan dari Mendikbud Nadiem Makarim, program tersebut ditujukan agar siswa lebih efektif belajar di rumah pada situasi darurat kesehatan akibat wabah covid-19 di Indonesia. Bahwa, program belajar tersebut mulai tayang pada Senin (13/4/20) pagi.

Diketahui, penyebaran pandemi Covid-19 mengakibatkan peserta didik harus melaksanakan kegiatan belajar mengajar dari rumah, baik melalui sarana dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring).

Dalam pelaksanaan kegiatan belajar dari rumah ini banyak kendala di lapangan baik yang dialami peserta didik maupun pendidik. Salah satu kendala yang terjadi dilapangan adalah tidak semua peserta didik maupun pendidik memiliki kemampuan untuk melaksanakan pembelajaran daring secara optimal.

Hal ini dikarenakan tidak semua peserta didik memiliki HP Android dan tidak semua peserta didik mampu membeli kuota internet. Masalah yang lain adanya letak geografis yang berbeda beda sehingga mengakibatkan sinyal susah masuk didaerah daerah tertentu, pelosok atau pedalaman.

Menghadapi hal demikian kementerian pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia pun kemudian meluncurkan program belajar dari rumah di TVRI.

Baca Juga