Top Picks
Meriahkan Peringatan HUT Ke-52 KORPRI di Kaltim 139 Kades Di Kutim Ikuti Sosialisasi Permendas PDTT Nomor 7 Tahun 2023 Tentang Rincian Prioritas Penggunaan DD Bersyukur Ada Vaksin, David: Garda Terdepan Yang Harus Terlebih Dahulu Menerimanya Desa Wisata Pela Jadi Salah Satu Unggulan Kaltim Ardiansyah Kembali Beberkan Program 50% Infrastruktur saat Silaturahim dengan Warga Kaubun Empat Kabupaten di Kaltim Potensi Hujan Petir

Dewan Pertanyakan Pendistribusian BBM Pertalite Yang Sulit Didapatkan

Fokuskaltim.co – Hingga kini masih menjadi persoalan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terkait keterbatasan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Partalite yang sulit didapatkan.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim, Ubaldus Badu belum lama ini mengaku menerima aduan dari masyarakat di Kecamatan Bengalon, Kaubun, dan Karangan, terkait pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) pertalite tersebut.

“Dibeberapa kecamatan belum lama ini saya menerima aduan warga kalau mereka sulit mendapatkan BBM pertalite,” ungkap Ulbadus

Ubaldus menjelaskan, meski jenis BBM tersebut tersedia di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), namun yang diutamakan masyarakat yang membeli menggunakan jerigen.

“Justru yang menggunakan kendaraan harus mengantri sesuai urutan, dan seharusnya begitu. Tapi dalam kondisi ini yang diutamakan malah yang membawa jerigen,” jelasnya.

Lebih lanjut, politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) itu menegaskan agar dinas terkait menemukan solusi terkait persoalan ini. Agar tidak menyulitkan masyarakat dalam memperoleh bahan bakar untuk kendaraan yang digunakan beraktivitas mencari nafkah.

“Sampai persoalan ini tidak ada habisnya, seharusnya ada tindaklanjut dari laporan masyarakat. Karena sudah jelas dari laporan, jerigen lebih diutamakan diisi daripada kendaraan. Dan jika terus dibiarkan akan menimbulkan dampak buruk,” terangnya.

Dengan kondisi ini, ia pun menilai tindakan yang dilakukan petugas SPBU tentu dicurigai terdapat kecurangan. Padahal seharusnya BBM diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan tanpa membedakan pelayanan satu sama lain. 

“Kasihan masyarakat yang mengantri berjam-jam, tapi terkadang tidak kebagian BBM. Kalau tidak ditangani segera, bisa saja menimbulkan kegaduhan di tiga kecamatan tadi,” tandasnya. (ADV)

 

 

 

 

 

 

 

Views 933

Baca Juga