Top Picks
Pemprov Kaltim dan DPRD Setuju, APBD TA 2023 Sebesar 17,20 Triliun Komitmen Bapenda Kaltim Untuk Terus Tingkatkan Pelayanan Publik Anggota DPRD Kutim Prayunita Apresiasi Seminar Pendidikan Politik Bagi Perempuan Jimmy Dorong Pemerintah Fokus Pada Pembentukan Generasi Muda Kutim Jembatan Kembar Samarinda Tak Kunjung Beroperasi, Komisi III DPRD Kaltim Akan Panggil Dinas PUPR Inovasi DPK Kaltim, Program Buncu Baca Kini Hadir di 43 Titik Keramaian

"SRIKANDI", Menjadikan Proses Pengarsipan Dokumen Semakin Mudah

fokuskaltim.com - Proses pengarsipan dokumen akan semakin mudah. Sebab, sudah bisa dilakukan secara digital, menggunakan aplikasi SRIKANDI. Kehadiran aplikasi tersebut kemudian diperkenalkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim. Salah satu institusi yang menjadi sasaran awal penggunaan aplikasi SRIKANDI adalah kalangan sekolah.

Menggandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, mereka memperkenalkan aplikasi tersebut kepada sekolah jenjang SMA/SMK/SLB negeri se-Kaltim dalam seremoni di ballroom Hotel Novotel Balikpapan, Kamis (2/11). Hadir sebagai narasumber dalam pertemuan tersebut, Arsiparis Ahli Muda dan Penyelia Dewi Susanti, Rachmadiana, dan staf operator aplikasi SRIKANDI DPK Kaltim Bayu Erlangga. Pesertanya yang berjumlah ribuan ornag, merupakan kepala sekolah maupun staf pengarsipan dari tiap sekolah di Kaltim.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DPK Kaltim Taufik mengungkapkan, SRIKANDI mewujudkan kearsipan berbasis elektronik di Kaltim. Itu sebagai jawaban atas pemenuhan kebutuhan informasi dewasa ini banyak melalui elektronik. "Organisasi atau individu yang tidak mengelola arsip dengan baik akan berdampak dengan terlambatnya mengambil keputusan. Terlebih bila arsip tidak tersimpan dengan baik, dapat kehilangan masa depan, sebab sejarah juga akan lenyap bila tidak ada bukti arsip," ungkap Taufik kepada para peserta.

SRIKANDI merupakan sistem pengarsipan berbasis digital yang bermanfaat dalam menyimpan data yang tak lekang oleh waktu. Harapannya bisa meminimalisasi risiko kehilangan, kerusakan, dan dokumen yang tidak terproses. Terutama, pada administrasi sekolah yang banyak menghasilkan surat masuk dan keluar khususnya mengenai data siswa, guru, dan sekolah.

Selain terlibat dalam launching, peserta juga mendapat pelatihan operasi aplikasi SRIKANDI. Itu merupakan komitmen Pemprov Kaltim dalam menerapkan Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE).

Pemaparan materi pada pelatihan aplikasi SRIKANDI di antaranya penggunaan SRIKANDI dan arsip dinamis, kode klasifikasi surat. Digital signature atau pengenalan tanda tangan elektronik (TTE) sekaligus praktik pembuatan TTE dan praktek penerapan aplikasi SRIKANDI. (Adv/DPKKaltim)

Baca Juga