Top Picks
Serap Aspirasi Warga Sangatta Utara, Basti : Perbaikan Jalan, UMKM, dan Membuat BLK TOT Wasit Bridge Dispora Kaltim Diikuti 50 Peserta DPK Bontang Beri Bimbingan Magang Bagi Pengelola Perpustakaan Binaan Ketua DPRD Kutim, Salurkan Aspirasi Bibit Unggas dan Rumah Budidaya Kelulut Jimmy Ingatkan Pemkab Kutim Maksimalkan Proyek Multiyears 2023 Pemkab Kutim Kembali Raih Opini WTP atas LKPD Tahun Anggaran 2022

Yan Ipui, Pemerataan Terhadap P3K Harus di Lakukan

Fokuskaltim.co – Terkait permasalahan Tenaga Kependidikan Khusus Derah (TK2D) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang mana peluang penerimaan Program Pendiidkan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P3K) di setiap sekolah tidak di merata.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim Yan Ipui, mengatakan ke tidak merataan tersebut menyebabkan banyak guru TK2D berbondong-bondong mendaftar di sekolah-sekolah yang dibuka di kota, terutama di kecamatan yang berbeda. 

"Saat ini, banyak guru yang mengajukan permintaan untuk dipindahkan kembali ke daerah asalnya. Mereka dihadapkan pada sejumlah persoalan terkait P3K. Meski mekanisme perekrutan dianggap sudah baik, namun kesabaran guru-guru kita yang kurang, sehingga menyebabkan perpindahan tempat kerja yang sering terjadi," ungkapnya.

Ia menceritakan terkait kasus seorang guru yang lulus dan ditempatkan di Kecamatan Batu Ampar, namun ia belum memiliki rumah di sana. 

"Perjalanan yang jauh yang menjadi masalah. Guru tersebut kini meminta dipindahkan kembali ke Kecamatan Busang, tempat dia memiliki rumah dan dekat dengan sekolah," jelasnya.

Menurut Politisi Partai Gerindra Kutim itu, pemindahan lokasi kerja guru TK2D menciptakan tantangan nyata, terutama bagi mereka yang ditempatkan jauh dari tempat tinggalnya. Sehingga DPRD Kutim berencana untuk mendalami permasalahan tersebut dan mencari solusi yang adil bagi para guru TK2D, agar mereka dapat memberikan kontribusi optimal dalam dunia pendidikan. 

"Keseimbangan antara peluang dan kebutuhan personal harus dicapai untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih efektif dan berkelanjutan," pungkasnya. (ADV)

Baca Juga