Top Picks
Subandi Khawatirkan Penundaan Pengerjaan Jalan APT Pranoto Bupati dan Wakil Bupati Kutim Turut Meriahkan Panen Mecaq Undat di Kecamatan Bengalon Produk UMKM Kutim Tampil Di Korea Selatan, Okusa Dan Olsabara Banyak Diminati DLH Kutim Dorong Pembangunan TPST sebagai Langkah Strategis Atasi Krisis Sampah Fraksi PPP Kutim Minta Penjelasan Soal Tidak Maksimalnya Serapan APBD 2021 Seminar IPKANI Kaltim 2023, Sigit : Penyuluh Perikanan Kaltim Perlu Ditambah

Yan Ipui, Pemerataan Terhadap P3K Harus di Lakukan

Fokuskaltim.co – Terkait permasalahan Tenaga Kependidikan Khusus Derah (TK2D) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang mana peluang penerimaan Program Pendiidkan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P3K) di setiap sekolah tidak di merata.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim Yan Ipui, mengatakan ke tidak merataan tersebut menyebabkan banyak guru TK2D berbondong-bondong mendaftar di sekolah-sekolah yang dibuka di kota, terutama di kecamatan yang berbeda. 

"Saat ini, banyak guru yang mengajukan permintaan untuk dipindahkan kembali ke daerah asalnya. Mereka dihadapkan pada sejumlah persoalan terkait P3K. Meski mekanisme perekrutan dianggap sudah baik, namun kesabaran guru-guru kita yang kurang, sehingga menyebabkan perpindahan tempat kerja yang sering terjadi," ungkapnya.

Ia menceritakan terkait kasus seorang guru yang lulus dan ditempatkan di Kecamatan Batu Ampar, namun ia belum memiliki rumah di sana. 

"Perjalanan yang jauh yang menjadi masalah. Guru tersebut kini meminta dipindahkan kembali ke Kecamatan Busang, tempat dia memiliki rumah dan dekat dengan sekolah," jelasnya.

Menurut Politisi Partai Gerindra Kutim itu, pemindahan lokasi kerja guru TK2D menciptakan tantangan nyata, terutama bagi mereka yang ditempatkan jauh dari tempat tinggalnya. Sehingga DPRD Kutim berencana untuk mendalami permasalahan tersebut dan mencari solusi yang adil bagi para guru TK2D, agar mereka dapat memberikan kontribusi optimal dalam dunia pendidikan. 

"Keseimbangan antara peluang dan kebutuhan personal harus dicapai untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih efektif dan berkelanjutan," pungkasnya. (ADV)

Baca Juga