Top Picks
DPK Kaltim Visitasi DPAD Yogyakarta Untuk Berbagi Ilmu untuk Optimalisasi Pendataan Perpustakaan di Kaltim Wabup Kasmidi, Buka Rakor PPID dan Monitoring Evaluasi SPAN LAPOR Tahun 2023 Ketua DPRD Kutim Janji Pembangunan Kanopi Mesjid Desa Bakti Jaya Ranpul Demi Kenyaman Ibadah Masyarakat Rancangan RPD Kaltim, Sapto Beri Masukan Soal Infrastruktur dan Lingkungan Disdikbud Kutim Perkenalkan Teknik Baru Membatik Mengunakan Media Kayu Ralisasikan Aspirasi, David Rante Salurkan 14 Unit Motor Sampah di Wilayah Sangatta

Paser Raih Peringkat Tiga Dalam Indeks Literasi di Kaltim

fokuskaltim.co - Indonesia menempati ranking ke 62 dari 70 negara yang berkaitan dengan tingkat literasi. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat Indonesia memiliki literasi yang rendah. Sedangkan Kabupaten Paser menempati peringkat ketiga dari 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur.

“Dengan begitu, perlu adanya upaya dari berbagai pihak untuk meningkatkan literasi. Seperti pemerintah, masyarakat, orang tua, perusahaan swasta, dan organisasi,” ungkap  Ketua GPMB Kabupaten Paser, Kasrani pada Niaga.Asia, Rabu (19/7/2023).

Salah satu organisasi literasi, yaitu Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Kabupaten Paser terus berinovasi dan mengembangkan sejumlah program untuk meningkatkan literasi.Perlu disadari untuk meningkatkan minat baca itu yang terpenting saat ini.

Kondisi sekarang ini sangat sulit melihat orang membaca buku walaupun mungkin banyak membaca secara online.

“Susah sekarang lihat orang baca buku, tapi banyak yang membaca di media sosial. Dikhawatirkan masyarakat tidak bisa mencerna bahan bacaan, sehingga menimbulkan salah pemahaman,” ucapnya.

Dengan begitu, literasi berperan penting agar masyarakat bisa memahami bahan bacaan dan menyelesaikan permasalahan dengan baik. Sehingga tidak bermunculan kesalahan pahaman yang mengakibatkan pertikaian.

Lebih lanjut, tak sedikit program yang dijalankan pemerintah, diantaranya, ada Gerakan Literasi Sekolah (GLS), perpustakaan desa, perpustakaan keliling, pojok baca, perlombaan literasi, bunda literasi, dan masih banyak program lainnya. 

“Kita inginkan bagaimana program itu berjalan sesuai dengan yang dikehendaki. Jangan hanya program saja dan tidak ada tindak lanjut,” ujarnya. (adv/dpkkaltim)

Baca Juga