Top Picks
Dispar Kaltim Dorong Pelaku Ekraf Gabung di Komunitas Kadisidik Kutim Jelaskan Perubahan Skema Dana BOS dalam Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 Syarifatul Sya’diah Nahkodai Pansus RPJMD Kaltim 2025–2029 Rapat Renbis Perumdam TTB, Bupati Ardiansyah Tegaskan Target Layanan Air Bersih Bupati dan Wabub Kutim Hadiri Halalbihalal di Kodim 0909/Sgt Pemkab Kutim Gelar Gerak Jalan HUT RI KIe 77, Peserta Sampai Ribuan Orang

Pemkab Paser Tahun ini Akan Membangun Gedung Perpustakaan Baru

fokuskaltim.co - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser tahun ini mendapatkan bantuan bangunan gedung dan sarana layanan perpustakaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui dana alokasi khusus bidang pendidikan sebesar Rp20 miliar. Peruntukannya untuk fisik perpustakaan Rp10 miliar dan untuk perabot, peralatan TIK, dan buku perpustakaan Rp10 miliar.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan  (Diskarpus) Kabupaten Paser, Yusuf Sumako menyampaikan, bangunan gedung layanan perpustakaan ini bakal dibangun diatas lahan ex gedung Perempuan Berjaya dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Paser.

“Tahun ini Kabupaten Paser dapat bantuan bangunan gedung layanan perpustakaan sebesar Rp. 10 miliar lebih,” kata Yusuf Sumako, Kamis (13/7/2023).

Bangunan dengan taraf nasional ini dibangun dua lantai dengan ukuran bangunan seluas 1600 meter persegi. Gedung ini merupakan gedung perpustakaan khusus untuk pelayanan yang pertama dimiliki Kabupaten Paser.

“Pertama di Kabupaten Paser untuk mempunyai gedung perpustakaan sendiri khusus untuk pelayanan,” ucapnya.

Selain perpustakaan, gedung ini memiliki gedung teater yang multi fungsi untuk latihan drama, tari, latihan film, dan lainnya. Namun, tidak terbangun aula yang serbaguna untuk multi-event, seperti acara pernikahan, konser musik, dan acara lainnya. Semoga tahun depan aula ini bisa terbangun.

Hal ini merupakan upaya Pemkab Paser untuk mengangkat martabat masyarakat dan kemandirian individu sebagai modal utama untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik.

“Jadi perpustakaan betul-betul bertransformasi sebagai inklusi sosial,” pungkasnya. (adv/dpkkaltim)

Baca Juga