Top Picks
Nasiruddin Sosialisasikan Perda Bantuan Hukum, Pelakor Menjadi Topik Hangat Dikalangan IRT Peringati HANI 2025, DPK Bontang Ajak Masyarakat Kompak Lawan Penyalahgunaan Narkotika DPRD Kutim Sampaikan Laporan dan Rekomendasi Pansus Atas LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2020 Program BIAN, Bupati Kutim Himbau Keikutsertaan Para Orang Tua Untuk Membawa Anak Imunisasi Pemkab Kutim Hentikan Rekrutmen Honorer, Fokus pada ASN dan PPPK Pembangunan Infrastruktur Jalan Meningkat, Legislatif Apresiasi Kinerja Pemerintah

Banjir Sangatta Jadi Perhatian Pemerintah

Fokuskaltim.co – Banjir yang belakangan ini sering terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berdampak cukup besar pada aktivitas masyarakat.Termasuk wilayah Dayung, Kabo, Apt Pranoto dan Margo Santoso.

Menanggapi hal tersebut Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, yang turung langsung melihat banjir disejumlah titik mengaku terkejut. Sebab, wilayah yang dulunya tidak pernah mengalami banjir kini menjadi langganan banjir.

“Saya heran, yang dulunya sering banjir, namun kemarin tidak banjir dan ada wilayah yang tidak pernah banjir namun kemarin air naik. Ini menjadi bahan evaluasi bersama terkait. Waktu saya cek kelapangan saya memanggil Kabid SDA Dinas Pekerjaan Umum (PU), banyak hal yang terjadi diluar dugaan. Dan ini bisa jadi terkait yang sedang kita kerjakan saat ini, yakni drainase perkotaan yang mungkiin harus diremajakan kembali,” ucap Ardiansyah Sulaiman, Kamis (19/05/2023).

Menurut Ardiansyah, pemerintah melalui Dinas PU Kutim saat ini terus berupaya melakukan perbaikan. Terkait drainase, pihaknya akan melakukan perbaikan secara menyeluruh.

“Memang penanganan drainase harus lebih dioptimalkan. Sementara disisi lain, air tetap mengalir dan sungai tetap menerima dan airnya lancar, artinya apa laut tidak menjadi barometer air tertahan, tapi air laut dalam kondisi yang masih surut. Yang menjadi kata kuncinya banjir kali ini, adalah drainase perkotaan kita kurang bagus,” ujarnya.

Meski drainase menjadi kendala utama banjir, Namun ia meminta masyarakat untuk bekerjasama menjaga drainase perkotaan, sehingga fungsi utamanya tetap berjalan.

“Contoh kecil saja, waktu saya melihat banjir disatu titik, ada pekerjaan yang menutup drainase dengan tanah dan saya sangat menyayangkan itu. Kan kalau ditutup, fungsi utama drainase tidak bekerja secara baik untuk mengalirkan air. Ini tentu memicu air tergenang, dan mengakibatkan banjir,” pungkasnya. (adv)

Baca Juga