Top Picks
Ardiansyah Harap KKDB Kutim Sinergi dengan Pemerintah Pembiayaan STIPER dan STAIS di Tanggung Pemerintah, Yulianus Dukung Wacara Perubahan Status Dari PTS Menjadi PTN Pembangunan IKN, Agus Minta Kabupaten Kota Tidak Jadi Penonton Lelang Jabatan Belasan Kepala OPD di Pemkab Kutim Tunggu Restu KASN Diskominfo Kaltim Lakukan Studi Tiru ke Yogyakarta PR Turunkan Angka 13 Persen , Kasmidi Launching Gerakan Remaja Cegah Stunting

Banjir Sangatta Jadi Perhatian Pemerintah

Fokuskaltim.co – Banjir yang belakangan ini sering terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berdampak cukup besar pada aktivitas masyarakat.Termasuk wilayah Dayung, Kabo, Apt Pranoto dan Margo Santoso.

Menanggapi hal tersebut Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, yang turung langsung melihat banjir disejumlah titik mengaku terkejut. Sebab, wilayah yang dulunya tidak pernah mengalami banjir kini menjadi langganan banjir.

“Saya heran, yang dulunya sering banjir, namun kemarin tidak banjir dan ada wilayah yang tidak pernah banjir namun kemarin air naik. Ini menjadi bahan evaluasi bersama terkait. Waktu saya cek kelapangan saya memanggil Kabid SDA Dinas Pekerjaan Umum (PU), banyak hal yang terjadi diluar dugaan. Dan ini bisa jadi terkait yang sedang kita kerjakan saat ini, yakni drainase perkotaan yang mungkiin harus diremajakan kembali,” ucap Ardiansyah Sulaiman, Kamis (19/05/2023).

Menurut Ardiansyah, pemerintah melalui Dinas PU Kutim saat ini terus berupaya melakukan perbaikan. Terkait drainase, pihaknya akan melakukan perbaikan secara menyeluruh.

“Memang penanganan drainase harus lebih dioptimalkan. Sementara disisi lain, air tetap mengalir dan sungai tetap menerima dan airnya lancar, artinya apa laut tidak menjadi barometer air tertahan, tapi air laut dalam kondisi yang masih surut. Yang menjadi kata kuncinya banjir kali ini, adalah drainase perkotaan kita kurang bagus,” ujarnya.

Meski drainase menjadi kendala utama banjir, Namun ia meminta masyarakat untuk bekerjasama menjaga drainase perkotaan, sehingga fungsi utamanya tetap berjalan.

“Contoh kecil saja, waktu saya melihat banjir disatu titik, ada pekerjaan yang menutup drainase dengan tanah dan saya sangat menyayangkan itu. Kan kalau ditutup, fungsi utama drainase tidak bekerja secara baik untuk mengalirkan air. Ini tentu memicu air tergenang, dan mengakibatkan banjir,” pungkasnya. (adv)

Baca Juga