Top Picks
Agusriansyah: Kami Terus Mengawal dan Mengadvokasi Aspirasi Masyarakat Tanah Kutai dan Paser Diambil Dengan Proses Adat Buka Kejuaran Tarung Derajat Piala Wakil Bupati II Kutim, Wabup Kasmidi Harap Kutim Bisa Menjadi Kiblat Tarung Derajat Di Indonesia Pencarian Pilu Keluarga Baso, Nelayan yang Hilang di Perairan Teluk Perancis-Teluk Lombok Pansus P4GN DPRD Kutim Belajar Ke BNNP Kaltara Launching E-Landak, Pemkab Berau Permudah Layanan Publik

Baru Satu Desa, Kaubun Sudah Surplus Beras

fokuskaltim.co – Kecamatan Kaubun memiliki lahan sawah yang cukup potensial dan bisa surplus beras. Salah satu contoh di Desa Bumi Rapak saja mempunyai potensi 600 lahan hektare padi sawah, namun yang baru tergarap sekitar 120 hektare.

“Jika potensi yang ada dimaksimalkan, saya kira kecamatan Kaubun menjadi lumbung padi dan surplus beras. Ini baru di Desa Bumi Rapak saja, belum lagi desa lainnya,” kata Bupati Kutim H Ismunandar ketika melaksanakan panen raya padi sawah di desa Bumi Rapak, Sabtu (15/2/2020).

Saat itu Bupati Ismunandar langsung mencoba mesin panen padi dibimbing teknisi yang ada. Mantan Sekretaris Kabupaten Kutim ini terlihat bangga saat mencoba mesin panen padi tersebut.

Dijelaskan orang nomor satu di Kutim ini, potensi lahan padi sawah ini harus dipertahankan dan terus dikembangkan ke depan. Terlebih sekarang sudah menggunakan teknologi saat panen, sehingga sangat memudahkan petani dalam produksi padi dan beras.

Sebelumnya, Kadis Pertanian Kutim Sugiono melaporkan, kegiatan panen padi ini merupakan kerja keras para petani di Desa Bumi Rapak kecamatan Kaubun. Dikatakan, potensi lahan pertanian di Desa Bumi Rapak ini mencapai 600 hektare dan yang baru digarap serta panen saat ini baru 120 hektare.

Sedangkan hasil panen yang diperoleh mencapai 4 sampai 5 ton per hektare. Sehingga di Bumi Rapak berpotensi surplus penghasil beras di kecamatan Kaubun dan Kutim umumnya.(hms2)

Baca Juga