Top Picks
PU Fraksi PPP DPRD Kutim Terhadap Ranwal RPJMD 2021-2026 (II) Golkar Usung Mahyunadi-Kinsu Dalam Pilkada Kutim Wujudkan Komitmen Pasca Rakorda 2023, DPK Kaltim Jalin Kerjasama DPK PPU DPRD Kaltim Bakal Bentuk Pansus Tambang Ilegal Kaltim Gelar Gala Dinner Sambut Peserta HKG PKK Nasional POPDA XVII: Taekwondo Kutim Bersinar Lewat Empat Perak dan Dua Perunggu

Isu Perubahan Iklim, Destinasi Wisata Akan Kolaborasi

fokuskaltim.co - Kalimantan Timur konsen dengan isu perubahan iklim dengan menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 tahun 2009, tentang Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim. 

Hal ini diungkapkan Gubernur Kaltim, Isran Noor pada saat Expose Pembangunan Hijau Kalimantan Timur di Ballroom Hotel Mercure, belum lama ini. 

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Isran Noor mengajak para Bupati dan Walikota untuk menyelaraskan program pemerintah pusat. 

Adapun Kaltim memiliki sebanyak 110 Kampung Iklim, kedepan Benua Etam memiliki target sebanyak 200 Kampung Iklim. 

"Program Kampung Iklim di Kaltim cukup berkembang, bukan hanya di kawasan daratan namun juga di wilayah pesisir," jelas Isran menambahkan.

Lanjutnya, Kampung Iklim memanfaatkan wilayah pesisir seperti Kabupaten Paser, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kota Balikpapan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Bontang, Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau. 

Tidak hanya sumbang pengurangan 66 Ribu Ton Karbon, Kampung Iklim juga akan sumbang Pendapatan Asli Daerah, sambung Isran.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengendalian Iklim Kementrian Lingkungan Hidup Agus Rusly selaku Narasumber dalam kegiatan tersebut menyebutkan Kedepan Kampung Iklim akan dikolaborasikan dengan menjadi destinasi wisata, sehingga akan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Saya yakin kepala daerah mendukung perluasan area konservasi dan pengembangan wisata laut, sehingga mendorong para investor untuk membangun cottages dan sarana penunjang wisata," Terang Agus Rusly. (ADV/KOMINFOKALTIM)

Baca Juga