Top Picks
Mantap! Atlet Muda asal Kutim Ini Wakil Kaltim di Seleksi Timnas U-16 Waspada Virus Corona, Mari Cek Perilaku Penyebarannya Tahun Ini Kabupaten Paser Akan Miliki Perpustakaan Megah Dari Dana APBN Arfan Berharap Raperda Pemekaran Desa Ditindaklanjuti Mangrove di Mata Pemerintah Kampung Berau Ketua Hasan Tekankan Perlindungan Perempuan dan Anak di Wilayah 3T

Pengembangan Budidaya, Disbun Latih Petani PPU

fokuskaltim.co - Sedikitnya 20 petani Desa Api Api Kecamatan Waru Kabupaten Penajam Paser Utara dilatih melakukan perbanyakan dan penyebaran Agens Pengendali Hayati (APH). 

"Hari ini, kita latih petani yang sebagian mereka tergabung dalam Regu Pengendali OPT bentukan Dinas Perkebunan Kaltim," kata Kepala UPTD Pengembangan Perlindungan Tanaman Perkebunan Disbun Kaltim Sopian usai membuka pelatihan, Kamis (9/6/2022). 

Sofian mengingatkan petani agar kegiatan pelatihan perbanyakan dan penyebaran Agen Pengendali Hayati ini bisa dimanfaatkan dan diserap ilmunya secara maksimal. 

"Sehingga memberi dampak baik pada pengembangan budidaya pertanian yang berkelanjutan," ujarnya. 

Menurut dia, kegiatan usaha dengan memperhatikan kelestarian lingkungan akan membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tanaman yang dibudidayakan. 

Sofian menjelaskan agens hayati yang berasal dari mikro organisme yang bermanfaat ini dapat dikembangkan dan diproduksi menjadi biopestisida  

"Memproduksi biopestisida berarti membantu petani pekebun dalam mengatasi kesulitan mereka dalam memperoleh pestisida," jelasnya. 

Melalui kegiatan ini juga lanjutnya, diharapkan petani pekebun memahami secara baik akan dampak penggunaan pestisida yang tidak bijak. 

Bahkan cenderung memberikan dampak jangka panjang yang buruk bagi kesehatan manusia, hewan dan organisme lainnya.

Kedepannya, petani yang dilatih diharap mampu memproduksi sendiri biopestisida, sehingga membentuk usaha menjadi penopang pendapatan bagi petani. 

"Terutama dalam memperkuat kelembagaan kelompok tani maupun Regu Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman," ungkapnya. (ADV/KOMINFOKALTIM)

Baca Juga