Top Picks
55 Anggota DPRD Kaltim Periode 2019-2024 Ikuti Orientasi Diikuti 30 Pelaku Usaha Mikro, Bupati Kutim Resmi Membuka Pelatihan Olaharan Rotan Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis, Gelaran Dinkes Kutim, Perdami dan PT KPC Hadiri Pelantikan PKK Kutim, Ardiansyah Minta Dukungan Suksesi Program Vaksinasi Covid-19 Kepala BKPSDM Kutim Tekankan ASN Berperan Aktif di Pembangunan Desa Rapat Paripurna ke -14 Jawaban Pemerintah Terhadap Tanggapan 7 Fraksi DPRD Kutim

BI Kaltim Targetkan 200 Ribu Pengguna QRIS Di 2022

fokuskaltim.co - Guna meningkatkan transformasi digital, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur menargetkan 200 ribu lebih pengguna alat pembayaran berbasis standardisasi kode quick response (QRIS).

"Secara nasional BI menargetkan 15 juta pengguna dan Kaltim mendapatkan terget 200 ribu lebih untuk pengguna," terang Kepala Perwakilan BI Kaltim Ricky Perdana Gozali saat dikonfirmasi belum lama ini.

Ricky menjelaskan untuk 200 ribu ini pengguna tahun 2022, pihaknya sudah melakukan strategi ke semua wilayah Kaltim, sehingga dipilih di Samarinda dan Kabupaten dan Kota lainnya.

Untuk pertama kali aplikasi Sehat, Inovasi, dan Aman Pakai (SIAP) Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Pasar Merdeka di Jalan Merdeka, Sungai pinang menjadi pasar pertama di Samarinda menggunakan sistem pembayaran nontunai (cash less).

Kemudian kemaren juga dilanuching SIAP QRIS di 2 pasar yakni Pasar Palaran dan Pasar Lok Bahu serta 1 pusat perbelanjaan BIG Mall Samarinda. Kemudian nanti SIAP QRIS juga akan dilaunching di 4 Kabupaten dan Kota di Kaltim.

Ke depannya target dari pemerintah semua transaksi bisa dilakukan dengan digitalisasi. Mudah mudahan dalam waktu lima tahun semua bisa digitalisasikan.

BI akan terus mendorong penggunaan QRIS yang akan menekan transaksi tunai dan mengubahnya menjadi transaksi nontunai.

Tambahnya, salah satu kendalan dalam digitasisasi adalah jaringan, BI Kaltim dan lembaga terkait sudah melakukan kerja sama untuk peningkatan jaringan supsya sejalan dan mendukjng dari komsep atau strategi elektronifikasi dan digitalisasi. (ADV/KOMINFOKALTIM)

Baca Juga