Top Picks
Dapur Produksi Amplang Kaubun Dikunjungi PPEI DJ PEN Kemendag Kunci Utama Maksimalkan Layanan Publik, David Rante Peningkatan SDM Hadiri RUPS BPD Kaltimtara Tahun 2024, Bupati Ardiansyah Jelaskan Empat Poin Pembahasan Optimalkan Penyerapan APBD, DPRD Kutim Gelar Audiensi dan Koordinasi Program Pemberantas Korupsi Dengan KPK RI Kasmidi, Beri Selamat dan Apresiasi Siswa-Siswi Keperawatan SMK Singa Geweh Sangatta Sosialisasi Perda Nomor 5 Tahun 2019, Penerima Bantuan Hukum Harus Ber KTP Kaltim

Musrenbang Cerminan Demokrasi Dalam Perencanaan Pembangunan

fokuskaltim.co - Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang meyampaikan bahwa proses Musrenbang merupakan cara yang efektif dan cermin demokrasi untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di kecamatan.Lebih istimewa karena Musrwnbang kali ini dihadiri oleh anggota DPRD dari Dapil III.

“Musrenbang tahun ini sangat istimewa dibanding Musrenbang tahun sebelumnya, karena diikuti oleh anggota dewan yang bersamaan dengan masa reses,”ujar Kasmidi.

Kesempatan ini sangat baik digunakan untuk menjaring aspirasi warga dengan menyampaikan langsung kebutuhan prioritas dari konstituen yang diwakili.

“DPRD memiliki fungsi legislatif membuat rancangan, fungsi pengawasan serta budgeting atau anggaran. Jadi warga bisa mengusulkan atau menyampaikan lewat jaring asmara ( jaring asiprasi masyarakat) jika belum terakomodir dalam usulan prioritas desa,” jelas Kasmidi.

Waktu reses DPRD ini sejalan dengan tahapan proses Musrenbang kabupaten yang akan dilaksanakan di bulan Maret 2020 mendatang.

“Dimulai dengan MusrenbangDes, pra Musrenbang kecamatan, selanjutnya Musrenbang kecamatan yang sedang berlangsung dan Musrenbang kabupaten. Jadi dalam musrenbang ini semua pihak sudah hadir untuk berdisikusi, bertukar pikiran agar rencana program kegiatan bisa lebih terarah,” terang Kasmidi.

Dia mengharapkan semua pihak sudah bisa terakomodir usulannya, kalau masih ada yang belum bisa diusulkan melalui bantuan keuangan provinsi dan pusat serta lewat CSR.

“Kutim memiliki 139 Desa, 2 kelurahan dan beberapa desa persiapan, juga wilayah yang sangat luas dengan kondisi geografis dan wilayah yang menantang. Dengan anggaran yang ada, tentu belum semua kebutuhan bisa dipenuhi makanya dicarikan solusinya melalui berbagai pola pembiayaan termasuk dana bankeu provinsi, DAK dan CSR dari perusahaan yang ada di sekitar kecamatan,” jelasnya.(hms4)

Baca Juga