Top Picks
Muara Ancalong Utamakan Pemenuhan Air Bersih Wabup Kasmidi, Minta Ketua RT Bersama-sama Sukseskan Pemilu 2024 Mendatang Kutai Timur Siap Jadi Tuan Rumah Pada Ajang Kejurprov Badminton Tahun 2024 Mendatang Sosialisasi Desa dan Kelurahan Bersinar, Kasmidi: Teluk Lingga dan Singa Geweh Jadi Percontohan Komitmen Anggota Dewan Pastikan Kesejahteraan Masyarakat Basti Sanggalangi, Usulkan Gaji TK2D Tenaga Kesehatan Setara dengan Gaji UMR

Musrenbang Cerminan Demokrasi Dalam Perencanaan Pembangunan

fokuskaltim.co - Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang meyampaikan bahwa proses Musrenbang merupakan cara yang efektif dan cermin demokrasi untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di kecamatan.Lebih istimewa karena Musrwnbang kali ini dihadiri oleh anggota DPRD dari Dapil III.

“Musrenbang tahun ini sangat istimewa dibanding Musrenbang tahun sebelumnya, karena diikuti oleh anggota dewan yang bersamaan dengan masa reses,”ujar Kasmidi.

Kesempatan ini sangat baik digunakan untuk menjaring aspirasi warga dengan menyampaikan langsung kebutuhan prioritas dari konstituen yang diwakili.

“DPRD memiliki fungsi legislatif membuat rancangan, fungsi pengawasan serta budgeting atau anggaran. Jadi warga bisa mengusulkan atau menyampaikan lewat jaring asmara ( jaring asiprasi masyarakat) jika belum terakomodir dalam usulan prioritas desa,” jelas Kasmidi.

Waktu reses DPRD ini sejalan dengan tahapan proses Musrenbang kabupaten yang akan dilaksanakan di bulan Maret 2020 mendatang.

“Dimulai dengan MusrenbangDes, pra Musrenbang kecamatan, selanjutnya Musrenbang kecamatan yang sedang berlangsung dan Musrenbang kabupaten. Jadi dalam musrenbang ini semua pihak sudah hadir untuk berdisikusi, bertukar pikiran agar rencana program kegiatan bisa lebih terarah,” terang Kasmidi.

Dia mengharapkan semua pihak sudah bisa terakomodir usulannya, kalau masih ada yang belum bisa diusulkan melalui bantuan keuangan provinsi dan pusat serta lewat CSR.

“Kutim memiliki 139 Desa, 2 kelurahan dan beberapa desa persiapan, juga wilayah yang sangat luas dengan kondisi geografis dan wilayah yang menantang. Dengan anggaran yang ada, tentu belum semua kebutuhan bisa dipenuhi makanya dicarikan solusinya melalui berbagai pola pembiayaan termasuk dana bankeu provinsi, DAK dan CSR dari perusahaan yang ada di sekitar kecamatan,” jelasnya.(hms4)

Baca Juga