Top Picks
150 Ribu Orang Tercatat Hadiri Berau Expo 2024, Transaksi Ekonomi Capai Rp 15 Miliar Keberadaan Wakil Rakyat Harus Membawa Manfaat Bagi Warga Nurhadi Beri Dukungan Pembelajaran Membatik Masuk SMA Lima Wilayah Di Kaltim Beralih Status Zona Duta Besar dan Konsulat Asing Hadiri Semarak Festival Budaya Kemilau Kaltim Tahun 2022 di TMII Peringati Hari Pahlawan, Momen Membangkitkan Semangat Kepahlawanan

Gubernur Resmikan Tiga Sekolah di Muara Wahau

fokuskaltim.co - Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor didampingi Wakil Gubernur Hadi Mulyadi, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, Wakil Bupati Kasmidi Bulang dan manajemen Sinar Mas Group meresmikan secara simbolis tiga gedung sekolah yang dibangun oleh Eka Tjipta Foundation (ETF), yaitu SMP ETF-01 Jak Luay, SMP ETF-02 Kongbeng dan SD ETF-01 Telen di Mess Management Jak Luay PT Tapian Nadenggan Sinar Mas Region Kaltim 2, Desa Jak Luay, Kecamatan Muara Wahau Kabupaten Kutai Timur, Jum'at (25/6/2021).

Peresmian tiga sekolah ini bagian dari agenda kegiatan kunjungan kerja dan peninjauan lapangan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim ke wilayah utara, yakni Bontang, Kutai Timur dan Berau. Kunjungan kerja ini juga diikuti perangkat daerah lingkup Pemprov Kaltim dan Tim Gubernur Untuk Pengawalan Percepatan Pembangunan (TGUP3).

"Agenda peresmian sekolah ini menjadi ajang silaturahim atas kunjungan ke wilayah utara Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim didampingi Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur. Mudah-mudahan Allah Subhanahu wata'ala memberikan berkah kepada kita semua, masyarakat Kaltim, masyarakat Kutai Tinur dan khususnya bagi masyarakat Kutai Timur yang ada di sekitar perkebunan kelapa sawit di Wahau ini," ucap Isran Noor.

Mantan Bupati Kutai Timur ini mengaku bangga dan bahagia melihat perkembangan perkebunan kelapa sawit di Kutai Timur, salah satunya PT Tapian Nadenggan dibawah naungan Sinar Mas Group. Dimana, lanjut Isran, 16 tahun yang lalu dibangun kebun ini dan sekarang bisa dibayangkan perkembangannya begitu pesat. Saat ini luas kebun inti 25 ribu hektare, kebun plasma 6.800 hektare, dan kebun plasma swadaya 8.900 ribu hektare dengan petani swadaya 2.400 orang lebih.

"Dari luasan itu, seorang petani swadaya memiliki kurang lebih 3 hektare lahan kebun sawit. Artinya tidak ada lagi orang miskin di wilayah Kongbeng, Telen, Muara Wahau, Rantau Panjang, Muara Bengkal sampai Muara Ancalong karena ada sekitar 35 PKS (pabrik kelapa sawit) di wilayah tersebut," pungkas Isran. (adv)

 

Baca Juga