Top Picks
Hari Bhayangkara, Bupati Sri Juniarsih Apresiasi Kinerja Polres Berau Upaya Tangani Dampak Negatif, Diskominfo Kaltim Gelar Workshop Pemetaan Isu dan Penanganan Kriris Pilkades di Kutim Masuk Tahap Pendaftaran, 7 Balon Kades Sekerat Ambil Formulir DLH Kutim Dorong Pembangunan TPST sebagai Langkah Strategis Atasi Krisis Sampah Diduga Limbah Tambang Rusak Sawah, Warga Adukan ke DLH dan DPRD Kutim Operasi Patuh Mahakam, Kapolresta Tekankan Fokus Kegiatan Preemtif Dan Preventif

Panggung Inklusi HDI Kutim 2025 Jadi Ruang Pembuktian Bakat Anak Disabilitas

Fokuskaltim.co - Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tidak hanya menjadi panggung unjuk bakat bagi siswa penyandang disabilitas, tetapi juga momentum penting yang membuka dialog mengenai penguatan sistem dukungan bagi sekolah-sekolah khusus dan inklusi di daerah.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Rabu (3/12/2025), menghadirkan kolaborasi aktif antara pemerintah daerah, sekolah luar biasa (SLB), sekolah inklusi, guru pendamping, dan para orang tua.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, ajang “Got Talent” yang menjadi rangkaian utama peringatan kali ini dirancang lebih menonjolkan proses pendampingan dan kerja kolaboratif antara guru dan siswa. Beberapa guru bahkan terlibat langsung dalam pengembangan konsep penampilan anak-anak, mulai dari koreografi tari, pemilihan kostum, hingga membangun keberanian tampil di panggung.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menilai bahwa momentum HDI tahun ini memperlihatkan besarnya komitmen sekolah dan keluarga dalam mendukung perkembangan anak-anak dengan kebutuhan khusus. Ia menegaskan pentingnya dukungan pemerintah agar kerja kolaboratif tersebut tidak terputus pada acara seremonial.

“Anak-anak tampil luar biasa bukan hanya karena bakat, tetapi karena pendampingan yang konsisten. Tugas kita memastikan kegiatan seperti ini mendapat dukungan yang layak setiap tahun,” ucapnya.

Sementara itu, para guru SLB yang hadir menyampaikan bahwa keberhasilan rangkaian acara ini tidak lepas dari proses panjang membangun kepercayaan diri siswa di kelas.

"Kami sangat berharap kegiatan tahunan seperti HDI tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga pendorong agar fasilitas, pelatihan, dan dukungan anggaran pendidikan inklusif terus ditingkatkan," ungkapnya.

Keseluruhan rangkaian acara ditutup dengan penuh kehangatan. HDI Kutim 2025 kembali menegaskan bahwa inklusi bukan hanya soal memberi ruang tampil, tetapi memastikan bahwa setiap anak mendapat kesempatan yang sama untuk berkembang, sepanjang tahun. (ADV)

 

  

Views 491

Baca Juga