Gedung DPK Kota Bontang.
Fokuskaltim, Bontang - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang terus berinovasi dalam meningkatkan layanan literasi masyarakat. Beragam metode peminjaman buku disediakan, baik secara langsung maupun berbasis teknologi, guna memudahkan masyarakat dalam mengakses koleksi perpustakaan.
Kepala Bidang Perpustakaan DPK Bontang, Indra Nopika Jaya, mengatakan bahwa perpustakaan kini tidak hanya sekadar tempat meminjam buku secara tatap muka, namun juga hadir secara digital melalui berbagai platform layanan.
“Kami ingin memastikan masyarakat bisa mengakses koleksi kami dengan mudah, kapan pun dan dari mana pun,” ujarnya, Senin (7/7/2025).
Berikut enam cara mudah meminjam buku di DPK Kota Bontang:
1. OCAS (Online Catalog As Services)
Masyarakat dapat mengakses daftar koleksi buku secara daring melalui OCAS. Layanan ini bisa diakses menggunakan perangkat gawai kapan saja dan di mana saja.
2. Layanan DIKTA (Delivery Buku untuk Pemustaka)
Buku yang diinginkan bisa dipesan dan akan diantar langsung ke rumah. Layanan ini sangat cocok bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu atau kendaraan. Pemustaka dapat menghubungi call center 0822-4989-6919.
3. Kunjungan Langsung ke Perpustakaan
Pengunjung yang datang ke DPK Bontang cukup men-scan kartu anggota pada alat yang tersedia di lobi untuk mengisi daftar hadir secara otomatis.
4. Pencarian Buku melalui OPAC (Online Public Access Catalog)
Pengunjung bisa mencari buku secara mandiri melalui komputer pencarian OPAC yang disediakan di area perpustakaan.
5. Bantuan Petugas Perpustakaan
Jika kesulitan menemukan buku di rak, pengunjung dapat meminta bantuan langsung kepada petugas yang selalu siap melayani di meja informasi.
6. Proses Peminjaman dan Masa Pinjam
Setelah menemukan buku yang ingin dipinjam, pengunjung membawa buku tersebut ke ruang sirkulasi di lantai 1 dan menyerahkan kartu anggota. Masa peminjaman adalah 7 hari. Jika ingin memperpanjang, pemustaka bisa menghubungi kembali call center yang sama.
Dengan berbagai pilihan ini, DPK Bontang ingin menghadirkan layanan perpustakaan yang adaptif, mudah diakses, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Literasi harus dekat dengan masyarakat, dan kami pastikan pelayanan kami mengikuti perkembangan zaman,” pungkas Indra. (adv/RA)
