Penandatanganan 19 nota kesepahaman (MOU) antara komunitas literasi, sekolah, dan kelurahan di lingk
Fokuskaltim, Bontang - Komitmen membangun ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan terus diperkuat oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang. Pada Selasa (17/6/2025), sebanyak 19 nota kesepahaman (MoU) resmi ditandatangani antara komunitas literasi, sekolah, dan kelurahan di Gedung Mini Teater DPK Bontang.
Kegiatan ini difasilitasi langsung oleh DPK sebagai bentuk konkret sinergi antara institusi formal dan komunitas dalam pengembangan budaya literasi di Kota Taman. MoU ini melibatkan berbagai unsur, yakni 1 komunitas literasi dari KNPI, 5 kelurahan, 4 SD/MI, 4 SMP/MTs, serta 5 SMA/SMK/MA.
Kepala DPK Bontang, Retno Febriaryanti, menyampaikan bahwa penandatanganan MoU ini bukan sekadar seremonial, melainkan merupakan wujud nyata kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat layanan literasi di tengah masyarakat.
"Hal ini mencerminkan implementasi Pasal 10 dan Pasal 12 Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, yang menekankan pentingnya partisipasi masyarakat serta pembentukan jejaring dalam pengembangan literasi," jelasbya.
Menurutnya, melalui kerja sama ini, perpustakaan tidak lagi berdiri sendiri sebagai ruang baca, melainkan menjadi pusat aktivitas edukatif yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelajar hingga warga di tingkat kelurahan.
Ia berharap, kolaborasi itu dapat memperluas jangkauan layanan literasi serta menjadikannya lebih inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan lokal. Ia menekankan bahwa upaya literasi perlu didukung oleh partisipasi semua pihak agar dapat berkelanjutan dan berdampak luas.
"DPK tidak bisa bekerja sendiri. Kami mengajak seluruh pihak, baik sekolah, komunitas, maupun perangkat kelurahan, untuk menjadikan literasi sebagai gerakan bersama dalam membangun SDM unggul di Kota Bontang," ungkapnya.
Dengan ditandatanganinya 19 MoU ini, diharapkan akan muncul berbagai kegiatan literasi kolaboratif di lapangan, seperti pojok baca kelurahan, kelas literasi digital, pelatihan public speaking, hingga program pendampingan literasi di sekolah-sekolah.
Kata dia, hal ini juga sejalan dengan misi Pemerintah Kota Bontang dalam mewujudkan masyarakat cerdas, partisipatif, dan berdaya saing melalui peningkatan kualitas pendidikan nonformal dan informal.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan MoU akan terus dipantau dan dievaluasi secara berkala untuk memastikan keberlanjutannya serta memberikan manfaat konkret bagi penguatan budaya baca di tengah masyarakat. (Adv/RA)
